Unsoed Meminta Mahasiswa Angkatan 2012 Menyerah Tanpa Syarat

0
60

Purwokerto – Cahunsoed.com –  Selasa (10/09)  Rupa-rupanya Unsoed geram dengan para penggugat PTUN terkait pelanggaran UKT. Sepuluh dari lima belas penggugat mendapat panggilan dari pihak rektorat. Mereka diminta untuk datang dalam forum pagi tadi.   “kita kemarin mendapatkan telfon dari pihak rektorat, mereka juga menyuruh saya mengajak teman-teman penggugat lain, yang saya kenal.” kata Novita Sari, salah satu penggugat.

Dalam forum tersebut, pihak rektorat meminta, para penggugat untuk mencabut gugatan PTUN. “Mereka meminta kita mencabut gugatan. ” Kata M Iqbal, koordinator aliansi mahasiswa 2012. Para penggugat juga menganggap jika forum tersebut diadakan agar mahasiswa menyerah tanpa syarat, terkait kasus UKT 2012.

Selain itu, para penguggat pun merasa diintimidasi oleh pihak unsoed. “Menurut saya itu intimidasi secara halus” tambah M Iqbal.

Natalia Kristianto, SH kuasa hukum aliansi mahasiswa penggugat mengungkapkan, “Itu merupakan tindakan sewenang-wenang dari rektorat” ungkapnya. “Apalagi kasus sudah dipersidangkan, harus sepengetahuan dan seijin serta didampingi kuasa hukum. Rektorat harus meminta ijin kepada LBH untuk bertemu penggugat.” Tambahnya.

Menanggapi hal ini, Pembantu Rektor III, Imam Santosa tidak memberikan komentar apapun. Ketika dimintai keterangan dari tim Cahunsoed.com ia malah mengatakan “Belum bisa memberi komentar” sembari berjalan menjauh.

Seiring dengan hadirnya intimidasi, Aliansi Mahasiswa 2012 tetap akan melanjutkan proses persidangan di PTUN yang digelar 11 September 2013 hingga Unsoed menepati janji dan tuntutan mereka terpenuhi. (Oll)

SHARE
Previous articleJalan
Next articleOspek, dan Kepura-Puraan
Cahunsoed.com adalah Portal Berita Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) SOLIDARITAS Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto yang menyajikan berita dan kejadian-kejadian seputar dunia kampus, pendidikan, pemuda, kreativitas, serta berita seputar Banyumas. Selain itu, kami senantiasa menjadi “watch dog” atau kontrol kuasa atas kebijakan-kebijakan kampus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here