Unsoed Kekurangan Dana Survei Bidik Misi

0
282

Purwokerto – Cahunsoed.com, Rabu (20/11),  Dana survei Bidik Misi dianggap kurang untuk  memenuhi kebutuhan survei.  Dana yang berasal dari Dikti dan dibantu universitas ini diakui Kusja, Pengelola Bidik Misi Universitas Jenderal Soedirman, masih kurang, “Besaran dana yang diberikan oleh Dikti itu separuh dari kuota mahasiswa Bidik Misi di Unsoed dikali 1,5 juta. Dana tersebut masih kurang karena harus dibagi buat transportasi ke rumah-rumah, pelatihan softskills, pengolahan data Bidik Misi, dan lain-lain.”

Hal tersebut menyebabkan kekacauan pada sistematika penerimaan beasiswa Bidik Misi. Bermula pada survei penerima Bidik Misi yang tak jelas. Wewenang survei diberikan Dikti pada pihak universitas. Total kuota mahasiswa Bidik Misi adalah 600 mahasiswa. Namun, pada kenyataannya tak semua rumah di survei oleh pihak universitas. “Survei pada tahun 2012 masih dilakukan secara acak, data kelengkapan yang sekiranya meragukan baru Unsoed lakukan survei ke rumah,” ujar Kusja. Hal ini ditegaskan oleh Zaid Al-Khoir, Ketua Himpunan Bidik Misi Unsoed, “Udah dari awal-awal survei yang dilakukan belum merata.”

Pada tahun 2013 ini pun survei belum juga dilakukan. Padahal seharusnya survei dilakukan di awal setelah mahasiswa tersebut dinyatakan sebagai mahasiswa Bidik Misi atau sebelum masa perkuliahan. “Seharusnya begitu ditetapkan sebagai penerima Bidik Misi survei langsung dilakukan,” ujar Kusja. Sampai sekarang tim survei Bidik Misi masih belum dibentuk. “Harusnya November ini ada survei untuk mahasiswa 2013, tapi belum dilakukan karena masih pada sibuk,” lanjutnya. (pud)

SHARE
Previous articleKesadaranku
Next articleKesenian Lokal Masih Diminati Masyarakat
Cahunsoed.com adalah Portal Berita Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) SOLIDARITAS Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto yang menyajikan berita dan kejadian-kejadian seputar dunia kampus, pendidikan, pemuda, kreativitas, serta berita seputar Banyumas. Selain itu, kami senantiasa menjadi “watch dog” atau kontrol kuasa atas kebijakan-kebijakan kampus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here