Tak Mau Disebut Apatis, Mural Biologi Dihapus

0
231

Purwokerto, Cahunsoed.com – Sabtu (25/6), Mural yang bertuliskan ‘Selamat Datang Mahasiswa Apatis’ di samping gerbang parkiran Fakultas Biologi, dihapus dengan cara dicat ulang pada Jumat (24/6) sore. Sebelum penghapusan mural, sempat terjadi dialog antara BEM dengan mahasiswa yang mempertanyakan alasan penghapusan mural tersebut. Hal ini karena BEM terkesan sepihak dalam penghapusan mural tanpa adanya diskusi terlebih dahulu. Seperti yang disampaikan Mahasiswa Biologi 2013 Danny Arditya, yang mengaku tidak diajak diskusi sebelumnya mengenai penghapusan mural ini. “Nggak tahu alesannya tiba-tiba saja ada pemberitahuan di akun resmi Facebook BEM Fabio bahwa akan ada penghapusan mural,” katanya.

Penghapusan mural dipermasalahkan karena hal itu dilakukan terburu-buru tanpa alasan yang jelas. Ditambah lagi penghapusan mural bukan merupakan langkah yang efektif untuk meredam isu-isu kampus yang sedang berkembang. Mahasiswa Biologi Sukma juga sependapat jika mural yang dibuat merupakan bentuk ekspresi mahasiswa agar tidak dihapus. “Jangan dihapus semua, kan itu bentuk ekspresi kita terutama terhadap isu yang sedang berkembang. Tapi kalo yang mural mahasiswa apatis mungkin banyak yang ngga terima,” katanya.

Banyaknya mural yang terdapat di dinding-dinding Fakultas Biologi, yang berisi kritikan maupun penolakan terhadap suatu kebijakan dinilai mengganggu kenyamaman dan kebersihan. Penghapusan mural menurut pihak BEM dilakukan karena banyak yang mengeluhkan adanya mural di gerbang samping Fakultas Biologi. Hal ini disampaikan oleh Presiden BEM Fakultas Biologi Deva Febrian. “Penghapusan mural ini murni usulan pihak BEM Fabio serta banyak yang keberatan dengan kata-kata yang ada di mural, apalagi mural seperti ini tidak cocok di Fakultas Biologi,” katanya.

Deva pun menambahkan, BEM telah mengumpulkan kurang lebih aspirasi 50 mahasiswa yang menginginkan agar mural tersebut dihapus. Meski awalnya BEM berniat menghapus seluruh mural yang ada di dinding Fakultas Biologi, namun hal itu urung dilakukan pada dua mural yang terdapat di Sekretariat Bersama (Sekber), setelah terjadi dialog pada mahasiswa yang tetap mendukung adanya dua mural di sekber tersebut. Dua mural tersebut berisi penolakan terhadap kenaikan UKT dan uang pangkal. (MG-Fauzi Akmal Dhiatama)

Ed: Triana Widyawati

SHARE
Previous articleFikes Kekurangan Anggaran, Dana Kemahasiswaan Dipotong
Next articleUnsoed Rawan Curanmor, Keamanan Kurang Personil
Cahunsoed.com adalah Portal Berita Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) SOLIDARITAS Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto yang menyajikan berita dan kejadian-kejadian seputar dunia kampus, pendidikan, pemuda, kreativitas, serta berita seputar Banyumas. Selain itu, kami senantiasa menjadi “watch dog” atau kontrol kuasa atas kebijakan-kebijakan kampus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here