Tak Ingin Kampus Diwarnai dengan Kekerasan, Unsoed Membuka Unit Layanan dan Pengaduan Kekerasan

0
168
Jangan pendam sendiri. Korban butuh bicara dan merasa aman (Cahunsoedcom / Nadinta Zulfa)

Purwokerto – Cahunsoed.com Selasa (1/9). Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) meresmikan Unit Layanan dan Pengaduan Kekerasan (ULPK) yang dilakukan secara daring dalam acara “Lauching Unit Layanan Pengaduan Kekerasan Serta Diskusi Online Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Perguruan Tinggi” pada Jumat, 28 Agustus 2020 via aplikasi Zoom. Pembentukan ULPK bertujuan menjadi pintu utama pengaduan bagi warga Unsoed yang mengalami tindak kekerasan di lingkungan kampus. Pengaduan tersebut dapat dilakukan dengan mendatangi Kantor ULPK yang berada di Pusat Penelitian Gender, Anak, dan Pelayanan Masyarakat (PPGAPM) atau dapat berkoordinasi dengan unit layanan via daring.

Riris Ardhianariswari, selaku Koordinator ULPK menjelaskan dengan adanya ULPK dapat mendampingi mahasiswa yang menjadi korban kekerasan di lingkungan kampus.

“Adanya ULPK ini dapat membantu ketika diranah pidana tidak bisa, tapi kita disini bisa menuntut hingga menjatuhkan sanksi juga,” ujarnya.

Lebih lanjut, dosen Fakultas Hukum yang kerap disapa Bu Riris ini juga menjelaskan bahwa kasus kekerasan di lingkungan kampus sering kali terjadi dan banyak juga yang tidak terungkap hingga saat ini. Hal ini dikarenakan belum adanya peraturan yang melindunginya secara tegas.

“Kasus kekerasan berbasis gender adalah kasus yang ada di sekitar kita namun tidak terlihat, seperti fenomena gunung es. Di sisi lain, tidak adanya Peraturan Kementrian Pendidikan dan Budaya (Permendikbud) yang mengatur mengenai kekerasan berbasis gender di kampus sehingga tidak ada payung hukum yang jelas,” ujarnya.

Dalam wawancara singkat secara daring, Putri Afni mahasiswa Administrasi Publik 2018 mengutarakan pendapatnya mengenai adanya unit layanan ini.

“Adanya ULPK ini membuat korban dalam melaporkan kasus akan merasa lebih aman dan sesegera mungkin mendapatkan penanganan untuk menyelesaikan kasus. Dan juga diharapkan akan muncul hasil dan dampak yang jelas agar nantinya tidak ada lagi masalah kekerasan gender di dalam lingkungan kampus,” ujarnya.

 

Reporter : Ferland Akram, Devi Noviani

Penulis : Ferland Akram

Editor : Laksmi Pradipta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here