Tahun 2019 Sudah Usai, Baksos FISIP Tak Kunjung Dimulai

0
44

“Baksos hilang kabar. Mahasiswa mempertanyakan, Steering Comitte tidak ada gerakan, UKM-HMJ harusnya turut berperan”

Purwokerto – Cahunsoed.com, Minggu (26/01), Tahun 2019 sudah berakhir, namun hingga saat ini belum ada kabar yang jelas kapan baksos akan berjalan. Padahal baksos telah disosialisasikan sejak PKK FISIP 2019. Bahkan, saat itu mahasiswa baru sudah membawa barang-barang kebutuhan untuk baksos seperti sembako. Mahasiswa 2019 juga mempertanyakan kejelasan dari barang-barang untuk baksos. “Waktu PKK kami mahasiswa baru disuruh membawa sembako untuk baksos. Tapi kabar mengenai baksos masih belum ada. Lalu bagaimana dengan barang-barangnya?” Ujar Ketua Angkatan Sosiologi 2019, Yoka Syardesmara.

Ketua angkatan jurusan Ilmu Politik 2019, Seto Prasetya juga mempertanyakan kejelasan baksos. Ia sebagai mahasiswa baru membutuhkan baksos. Seto mengatakan baksos bisa menjadi tempat mahasiswa baru saling mengenal satu sama lain serta berproses bersama melalui bertukar pikiran dengan membawa ciri khas dan sudut pandang dari masing-masing jurusan. “Baksos menjadi wadah mahasiswa FISIP dari setiap jurusan untuk berkumpul, saling mengenal, dan juga berproses dalam menyelesaikan sebuah problematika yang ada. Baksos juga diharapkan dapat menyatukan mahasiswa sehingga menjadi lebih solid,” jelasanya. Seto dan mahasiswa Ilmu Politik 2019 yang resah karena baksos tak jelas memutuskan akan membuat petisi guna meminta kejelasan mengenai Baksos FISIP.

Pihak yang bertanggung jawab atas berjalannya baksos, Ketua Steering Comitte (SC) Baksos, Rinaldi Udin mengatakan ada masalah internal SC yang tak kunjung selesai.  “Awalnya saya dengan teman-teman sepakat baksos di tahun 2019 akan diadakan dengan adanya perubahan sistem. Namun, terdapat permasalahan seperti SC Baksos 2019 sendiri tidak ada pergerakan.” Ia mengatakan agenda terdekat SC Baksos yaitu membahas pertanggungjawaban tidak adanya baksos tahun ini. “Akan ada obrolan lagi bersama SC lainnya. Karena kalau memaksakan semester depan pasti bertabrakan dengan agenda PKK FISIP,” ucapnya.

Anggota SC yang lain, Dinar Nur Azizah mengatakan memang benar ada masalah internal dalam SC. Tidak adanya gerakan dari SC juga yang membuat barang-barang baksos dipertanyakan. ”Memang belum ada obrolan lebih lanjut antar anggota SC terkait barang-barang yang sudah dikumpulkan” ungkap Mahasiswa Sosiologi Angkatan 2018.

Sudah tidak jelas mengenai proses, bahkan substansi mengenai baksos pun tak juga jelas. Baksos yang lekat sebagai wadah mahasiswa baru untuk belajar berpikir kritis dan mengutarakan pendapat, kini terancam tidak ada. Presidium FISIP yang sudah menjabat hampir tiga tahun, Ahmad Mursid, menanyakan tentang kejelasan substansi baksos. “Sekarang kalau mau diadakan baksos, sebenernya untuk apa? Urgensinya apa? Sekarang mahasiswa bisa belajar kritis bisa dari berbagai wadah,” tuturnya.

Di FISIP, baksos memiliki tujuan menyediakan wadah bagi mahasiswa baru untuk berproses dan belajar untuk mengemukakan pendapat. Demang SiAnak, Muhammad Alfauzi mengatakan baksos menjadi tempat mahasiswa baru belajar berpikir kritis juga meningkatkan solidaritas. Ia pun menambahkan anggapan mahasiswa FISIP yang kritis dan peka isu sekitar memang benar dan itu salah satunya merupakan hasil dari proses baksos. “Aku melihat anak-anak FISIP yang dikenal dengan kekritisannya adalah hasil dari proses bakti sosial.”

Baksos yang tahun ini terancam tak terlaksana masih ingin diselamatkan dan tetap ada. Ketua Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik, Dita Ganesawari, mengatakan baksos harus ada karena menjadi sebuah awal bagi mahasiswa baru untuk mempelajari jalan kerja sebuah organisasi di FISIP juga budayanya. “Mahasiswa baru yang telah mengikuti baksos mendapatkan banyak pengalaman mengenai kerja dalam organisasi, karenanya hal itu memudahkan HMJ kedepannya,” jelas Dita.

Ketidakjelasan mengenai Baksos FISIP 2019 merupakan tanggung jawab SC. Tetapi, UKM-HMJ pun seharusnya turut berperan. Seperti apa yang diutarakan oleh Ketua Korps Mahasiswa Hubungan Internasional, Andika Aulia Rakhman, mengatakan UKM-HMJ sebagai perwakilan harus menuntut SC untuk membuat forum terkait kejelasan baksos. “Kita (UKM-HMJ) sudah melihat baksos FISIP tidak ada, masa iya lepas tangan,” pungkasnya.

Reporter : Rafli Nugraha, Adhytia Mahendra

Penulis : Rafli Nugraha

Editor : Laksmi Pradipta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here