#SoedirmanMelawan Menolak Uang Pangkal dan Kenaikan UKT 2016

0
6
Purwokerto, Cahunsoed.com – Kamis (16/6), Ratusan mahasiswa Unsoed lintas jurusan dan angkatan yang tergabung dalam #SoedirmanMelawan melakukan aksi penolakan uang pangkal (UP) dan kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa 2016 di depan Rektorat Unsoed. Aksi ini diawali dengan long march ditiap-tiap fakultas lalu berkumpul di Rektorat Unsoed. Dalam aksinya, mahasiswa menuntut mencabut Surat Keputusan Rektor No.491/UN23/KM.02/2016 tentang Uang Pangkal bagi mahasiswa 2016, menolak kenaikan UKT bagi mahasiswa 2016, menolak pemberlakuan sistem UKT bagi mahasiswa S1 diatas semester 8 dan mahasiswa diploma diatas semester 6, serta menuntut agar rektor tidak bertindak represif kepada mahasiswa.
Hal ini diungkapkan oleh, Koordirnator Aksi, Mohammad Ihsan, Menurutnya dengan dinaikannya UKT berarti Unsoed sebagai lembaga pendidikan telah menuntup akses bagi seluruh masyarakat khususnya yang tidak mampu. “Ini menegaskan bahwa kuliah semakin hari ini semakin mahal,” katanya.
Terkait penerapan UP Tim Riset #SoedirmanMelawan, Agus Yusuf, mengatakan bahwa dengan diterapkannya UP bagi mahasiswa 2016 maka universitas telah menyalahi aturan yang tercantum dalam sistem UKT. “UKT adalah sistem pembayaran tunggal, dengan diberlakukannya UP artinya Unsoed telah menyimpang dari aturan yang ada,” katanya.
Selain itu, Agus juga memaparkan berbagai permasalahan yang ada di Unsoed, seperti pungutan liar diluar UKT yang terjadi di berbagai fakultas, kouta level 1 dan level 2 yang belum terpenuhi, serta nihilnya upaya tranparansi anggaran yang dilakukan pihak universitas. “Tuntutan kita jelas, kita ingin masalah ini segera diselesaikan, sudah cukup masalah ini berlarut-larut tanpa ada penyelesaian yang pasti,” ujar Agus lagi.
Dalam aksi tersebut mahasiswa bergiliran melakukan orasi dan pemaparan berbagai permasalahan mengenai UKT di Unsoed. Namun sayangnya meski telah didatangi oleh mahasiswa, Rektor unsoed enggan menemui mahasiswa. “Rektornya lagi mengerjakan pekerjaannya mas, tidak ada di tempat,” kata salah satu satpam.
Mahasiswa yang telah menunggu akhirnya merangsek masuk ke dalam rektorat. Hingga akhirnya terjadi aksi saling dorong antara mahasiswa dan satpam di pintu kaca rektorat yang menyebabkan insiden pecahnya pintu kaca rektorat.
“Bagaimanapun kita akan tetap disini, sampai rektor datang menemui mahasiswa,” kata Agus.
Dalam insiden ini, dua mahasiswa dan tiga satpam terluka. Kelima orang yang terluka tersebut, langsung ditangani oleh Tim Medis #SoedirmanMelawan.

(Alexander Agus Santosa/Fita Nofiana)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here