Sekre Kurang, Mahasiswa FMIPA Berbagi Ruangan

0
62

Reporter: Fildzha Rani, MG-Rizki Mita, MG- Alifia Sonia, Galang Kris Nanda, Nabilah Agil.

Purwokerto, Cahunsoed.com– Selasa (10/4), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) hanya memiliki 5 ruangan sekre dengan ukuran masing-masing sekitar 3×2,5 meter. Namun ruangan yang terbatas tersebut harus menampung 10 organisasi untuk berkegiatan, masing-masing diisi oleh 2 organisasi. Pada ruangan pertama diisi oleh BEMKM-DLM, ruangan kedua diisi oleh Himpunan Mahasiswa Fisika (Himafi)- Himpunan Mahasiswa Matematika (Himatika), ruangan ketiga diisi oleh UKM Teater Receh-UKM Basic, ruangan keempat diisi oleh Unit Olahraga (UOR) MIPA dan UKM Mamira LGV, dan ruangan sekre berikutnya diisi oleh Himpunan Mahasiswa Kimia (Himakim)-UKM ITC.

Ruangan yang sempit dan terbatas tersebut dikeluhkan oleh para UKM dan HIMA di FMIPA. Salah satu anggota UKM Basic, Nurfitri K, mengatakan merasa kesulitan saat harus mencari ruangan lain untuk melaksakan rapat karena sekre yang harus berbagi dengan UKM lain.

“Ruang sekre sempit, bahkan kita harus berbagi juga sama teater receh. Jadinya kalo mau rapat harus cari ruangan ke luar,” katanya.

Menanggapi ruangan yang sempit, anggota UKM Teater Receh, Muhammad Syafiq, mengatakan membutuhkan ruangan yang besar untuk meletakkan perlengkapan pementasan yang banyak. Mereka juga pernah mengeluhkan barang-barang yang sempat hilang disekre.

“Kita juga disini kan banyak barang ya, bahkan pernah beberapa hilang. Padahal itu udah ditempatin, gimana kalo gak ditempatin,” katanya.

Kebutuhan akan ruangan sekre juga dirasakan oleh Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (Presbemkm) MIPA, Ahmad Chuseni, mengatakan semua lembaga membutuhkan ruang sekre sebagai penunjang kegiatan. Dirinya akan terus memperjuangkan hak mahasiswa untuk memperoleh ruang unit kegiatan mahasiswa. (Baca: FPIK Gagal Miliki Sekretariat Bersama)

“Semua lembaga jelas butuh sekre. Karena pengajuan gak pernah berhasil, tahun ini kita harus ajukan lagi,” katanya saat ditemui disekretariat.

Melihat kegiatan mahasiswa yang terkendala oleh kondisi ruangan yang terbatas, pihak dekanat juga berharap agar kebutuhan sekre FMIPA bisa menjadi perhatian universitas juga.

“Semua fakultas yang mengajukan pendanaan banyak yang tidak diacc, karena anggaran univ sedang diprioritaskan untuk gedung FEB 7 lantai. Tahun 2019 akan diusulkan lagi anggaran untuk sekre FMIPA,” kata Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan, Budi Pratikno.

Sedangkan Dekan FMIPA enggan diwawancarai oleh Cahunsoed.com, dirinya hanya memberi pesan melalui sekretarisnya, Elina. Ia menyampaikan bahwa terkait pembangunan sekre yang tak kunjung dibangun tidak terkendala dari tidak adanya surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB), melainkan usulan yang diajukan fakultas tidak pernah disetujui hingga saat ini. (Baca: Tak miliki Sekre, Mahasiswa FPIK Bangun Sekre Tandingan)

“Bukan karena IMB gedung, itu semua mengikuti proses pembangunan nantinya. Pembangunan kesekretarian sudah diusulkan, tapi itu semua pusat yang memutuskan nanti,” katanya.

Saat dikonfirmasi pada Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Nurul Anwar, mengatakan akan mengalokasikan dana pembangunan ke fakultas-fakultas setelah selesainya kelanjutan pembangunan Gedung Laboratorium FEB.

“Saat pembangunan Gedung FEB selesai, dana bisa didelegasikan ke fakultas-fakultas untuk memenuhi kebutuhan, sekre misalnya,” katanya

Hingga saat ini, beberapa pembangunan yang diajukan akan dibangun 2018 belum disetujui. Universitas menjanjikan akan mengalokasikan dana pembangunan untuk fakultas-fakultas setelah penyelesaian pembangunan Gedung Laboratorium FEB yang diperkirakan selesai 2019. (Fildzha Rani Nuryaningtyas)

Editor: Supriyatin

 

 

SHARE
Previous articleNelayan Indonesia: Sejahtera atau Menderita?
Next articleTolak Represifitas Tamansari dan Kulon Progo, Masyarakat Purwokerto Gelar Aksi Solidaritas
Cahunsoed.com adalah Portal Berita Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) SOLIDARITAS Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto yang menyajikan berita dan kejadian-kejadian seputar dunia kampus, pendidikan, pemuda, kreativitas, serta berita seputar Banyumas. Selain itu, kami senantiasa menjadi “watch dog” atau kontrol kuasa atas kebijakan-kebijakan kampus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here