“Save Ralph”: Film Animasi Pendek demi Akhiri Uji Coba Kosmetik pada Binatang

0
252

Film animasi pendek stop-motion berjudul “Save Ralph” yang diproduksi oleh Human Society International mengisahkan tentang animal abuse melalui Ralph, seekor kelinci yang menjadi juru bicara kampanye global untuk melarang pengujian kosmetik pada binatang. Dalam film berdurasi 3 menit 53 detik yang diunggah dalam situs YouTube The Humane Society of the United States, Ralph dialihsuarakan oleh pemenang Oscar, Taika Waititi.

Pada bagian awal film, Ralph tampak diwawancarai untuk sebuah film dokumenter ketika ia menjalani rutinitas hariannya sebagai “korban uji coba” di sebuah laboratorium. Mata kanan Ralph merah dan tidak lagi berfungsi, sementara telinga kanannya juga cedera dan terbalut kain kasa sehingga tidak dapat berfungsi dengan semestinya. Ketika menyikat gigi, Ralph sesekali merasa kesakitan.

Ia mengatakan tidak mempermasalahkan kondisinya demi manusia yang menganggap diri mereka superior dari binatang. Ralph juga mengisahkan keluarganya yang menjadi objek uji coba, termasuk anaknya. Seluruh anggota keluarganya tewas ketika menjalankan tugas mereka, dan hal serupa juga ia rasa akan dihadapinya. “Tidak apa”, kata Ralph sebab hal inilah alasan para kelinci dilahirkan ke dunia.

Hal ini menunjukkan ketidakberdayaan seekor hewan yang diperlakukan semena-mena oleh manusia. Salah satu adegan juga menunjukkan teks satir mengenai kondisi pandangan publik yang dibatasi sehingga menimbulkan kurangnya pengetahuan masyarakat terkait penyiksaan hewan dalam kasus animal testing, terutama pada uji coba kosmetik yang disembunyikan selama ini. Minimnya dokumentasi dan tayangan asli yang dipadukan dengan kekuasaan hegemoni pada akhirnya membatasi publikasi terkait penyiksaan hewan percobaan dalam perusahaan-perusahaan kosmetik dunia.

Keadaan itu tergambar dalam adegan pada saat Ralph dan teman-temannya didokumentasikan di dalam uji laboratorium. Ketika berada di dalam laboratorium, teman-teman Ralph yang terkunci di sebuah kotak mengatakan keinginan mereka untuk dapat pergi dari sana. “Kami takut, kami tidak mau mati,” kata mereka. Tidak lama, adegan yang menyentuh hati terjadi. Meskipun tidak digambarkan secara gamblang, tetapi pada akhir adegan memperlihatkan Ralph dengan kondisi leher cedera, demikian pula dengan punggung bagian bawahnya. Mata kiri Ralph pun sekarang tidak lagi dapat berfungsi seperti sediakala.

Pada bagian akhir, film berjudul “Save Ralph” ini menyoroti penderitaan binatang. Kemudian, ditutup dengan pernyataan. Pertama, tidak seharusnya binatang menjadi bahan uji coba. Kedua, terpampang nyata bahwa berbagai negara dan perusahaan di dunia masih melegalkan uji coba kosmetik pada binatang. Oleh karena itu, terdapat imbauan yang mengajak konsumen dan pembuat kebijakan untuk bersatu membantu Human Society International memberhentikan animal testing pada binatang secara global.

Film ini juga menyadarkan bahwa masih banyak binatang yang mengalami penderitaan akibat uji coba kosmetik, dan sekarang saatnya untuk melakukan pelarangan secara global. Saat ini ada banyak metode yang dapat diandalkan dan jaminan keamanan produk yang bebas uji coba terhadap hewan sehingga tidak ada alasan untuk melakukan penganiayaan atau animal abuse yang dapat membuat binatang menderita dalam uji coba kosmetik atau bahan-bahan lainnya.

 

Penulis: Silvia Sulistiara

Editor: Anisa PMC

 

SHARE
Previous articleKuliah Online: Irisan Keresahan Dosen dan Mahasiswa
Next articlePemilihan Dekan Baru FISIP UNSOED
Cahunsoed.com adalah Portal Berita Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) SOLIDARITAS Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto yang menyajikan berita dan kejadian-kejadian seputar dunia kampus, pendidikan, pemuda, kreativitas, serta berita seputar Banyumas. Selain itu, kami senantiasa menjadi “watch dog” atau kontrol kuasa atas kebijakan-kebijakan kampus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here