Ruwat Bumi Peringati Bulan Sura

0
8
Kerbau merupakan simbol sahabat manusia sebagai pembantu petani.
Ia juga merupakan syarat ruwat. Begitupun kambing dan ayam, merupakan
binatang yang mampu diperlihara oleh manusia.
Tari Cowongan menjadi pembuka ritual Ruwat Bumi Banyumas Nusantara.
Titut Edi Purwanto atau biasa dikenal Jagasima, merupakan ketua
padepokan seni Cowong Sewu. Memimpin ritual RBBN




Bupati, Ahmad Husein mengendarai Becak

sebagai salah satu peserta Arak-arakan pembukaanRuwat






Ruwat Bumi Banyumas Nusantara (RBBN), merupakan prosesi budaya mengingat kembali hasil alam yang merupakan karunia Tuhan. Ruwat sendiri berarti penghancuran. Dalam arti menghancurkan hal yang tidak berlaku, menjadi hal yang mampu di berlakukan.

Prosesi budaya ini dilakukan oleh Padepokan seni Cowong Sewu di desa Pangebatan Kecamatan Karang Lewas, Banyumas Selasa, (5/11).  Dilaksanakan dalam rangka memperingati Bulan Sura (Muharam) yang dianggap bulan mulia.

RBBN sendiri tidak melakukan kegiatan persembahan atau penyembelihan, namun melakukan perebutan binatang ternak, seperti ayam jago untuk dipelihara, sebagai lambang kehidupan.
(Foto : Bagus/Muthia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here