Resmi Dilantik, Wakil Dekan FISIP Janjikan Transparansi

2
6
Source: Istimewa

Purwokerto – Cahunsoed.com, Sabtu (4/7), Menyikapi berbagai permasalahan dan kebutuhan di FISIP khususnya dalam konteks birokrasi kampus, dalam sambutan perdananya wakil dekan II menyampaikan janji untuk membuka pintu transparansi anggaran bagi seluruh elemen di FISIP. “Ya semoga kedepannya kami dengan mahasiswa lebih dekat lagi, dan kinerja birokrasi lebih baik lagi,” kata Muslih Faozanudin, Wakil Dekan II FISIP Unsoed dalam Pelantikan Wakil Dekan I, II, dan III di Aula FISIP Unsoed, Jumat (3/7).


Ia juga mengutarakan keinginannya merubah wajah baru birokrasi FISIP yang terkesan kaku dan berbelit, dengan harapan agar hubungan dengan mahasiswa bisa terjalin dengan baik. Sependapat dengan Muslih, Ali Rokhman, Dekan FISIP, menjanjikan adanya keterbukaan ruang bagi siapapun yang membutuhkan informasi tentang keuangan. “Buat yang ingin tahu soal anggaran, ya nanti bisa,” kata Ali dalam sambutannya.

Ali juga berharap adanya keterlibatan wakil dekan baru dalam mengawal perhitungan ulang UKT. “Nanti akan diadakan perhitungan ulang UKT dan BKT. Jadi dengan dilantiknya wakil-wakil dekan baru ini kita bisa mengawalnya,” katanya.

Dalam acara ini dilantik tiga wakil dekan baru yakni Joko Santoso sebagai Wakil Dekan I, Muslih Faozanudin Wakil Dekan II, dan Ahmad Sabiq Wakil Dekan III menggantikan wakil dekan lama yang telah habis masa kerjanya.
Terkait janji yang disampaikan oleh dekan dan wakil dekan baru, Wahyudi, Pengurus UKM Remoef, mengharapkan adanya keseriusan dalam menyelesaikan persoalan mahasiswa. “Ya semoga wakil dekan baru bisa membuka selebar-lebarnya ruang aspirasi dan memberi akses yang baik bagi mahasiswa,” katanya. Selain itu, Wahyudi juga mengatakan agar dekanat bisa memegang janji dan komitmennya. “Dekanat juga harus lebih baik lagi dalam merencanakan anggaran, dan menetapi janjinya,” kata Wahyudi. (FHR)

2 COMMENTS

  1. terus bagaimana kemudian respon mahasiswa? percaya dengan janji tersebut yang barang tentu selalu muncul setiap saat dimomentum yang sama. atau akan menunggu dengan berkata "lihat saja nanti kita akan terus mengawalnnya". menjadi tantangan mahasiswa tentunya untuk menyikapi seluruh problem di dunia pendidikan. Karena diketahui bahwa mereka yang terhormat yang baru saja dilantik tersebut adalah kapitalis birokrat yang berorientasi tetap menjaga alur sistem dan kebijakan pendidikan skala nasional yang kita tahu sudah amat bobrok.

  2. Tentu saja sebagai mahasiswa, kita sepatutnya ikut mengawal rencana perhitungan UKT kembali, paling tidak bagaimana mahasiswa terlibat dalam perhitungan UKT bersama jajaran dekan dan rektorat. Apakah sudah sesuai dengan realita atau ternyata biaya yang ada muncul dari hitungan yang mengada-ada. jargon menyikapi problem pendidikan adalah hal yang usang, kini pilihan cuma satu, melibatkan diri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here