Rektor Janji Kembalikan UKT Lebih Mahasiswa 2014

0
308

Purwokerto – Cahunsoed.com, Jumat (9/1), UKT 2014 terbukti ilegal, SK Rektor tahun 2014 tentang UKT akan dicabut. Hal itu di ungkapkan oleh Rektor Unsoed, Ahmad Iqbal, Pada forum audiensi UKT SOMASI Unsoed bersama rektor yang dihadiri lebih dari 100 mahasiswa di ruang rapat rekorat lantai 1 Gedung Rektorat. (Baca: #SomasiUnsoed Nilai Penetapan Nominal dan Level UKT Unsoed 2014 Kacau)

Rektor Unsoed, Ahmad Iqbal, menyatakan akan menetapkan SK baru tentang UKT yang sebelumnya 7 level menjadi 5 level. Mengganti SK Rektor No:KEPT.1081/UN23/PP.01.00/2014 tentang UKT tahun 2014.

“SK UKT 2014 kemarin yang 7 level itu PR 2 yang sebelumnya yang mengurusi, memang ada kejanggalan, kita akan perbaharui SK-nya menjadi 5 level, semester depan UKT 2014 hanya sampai level 5,” kata Ahmad Iqbal.

Ia juga mengakui bahwa SK Rektor 2014 cacat hukum, Rektor janji alokasikan lebihan biaya UKT mahasiswa 2014 yang mendapat level 6 dan 7. Alokasi biaya akan di depositkan ke biaya kuliah semester selanjutnya sesuai nominal level 1 sampai level 5. “Kelebihan dari semester ini dialokasikan untuk semester berikutnya, jadi UKT 2014 semester depan akan diturunkan,” kata Ahmad Iqbal. (Baca: Takut Dipenjara, Rektor Tak Mau Tandatangani Tuntutan Mahasiswa)

Menyikapi pernyataan rektor, Anggi Krisna Rangga, mahasiswa D3 PSL Pertanian, menyatakan bahwa perubahan SK harus terus dikawal. Ia merasa kurang puas karena pihak rektorat terlalu intimidatif, “Forumnya intimidatif, harus dikawal samapai tuntas apa yang sudah dinyatakan oleh rektor” ungkap Krisna. (FHR)

SHARE
Previous articleREVIEW: Watchmen; Siapakah yang akan mengawasi Sang Pengawas?
Next articleRektor Janjikan Unsoed Bebas Korupsi
Cahunsoed.com adalah Portal Berita Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) SOLIDARITAS Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto yang menyajikan berita dan kejadian-kejadian seputar dunia kampus, pendidikan, pemuda, kreativitas, serta berita seputar Banyumas. Selain itu, kami senantiasa menjadi “watch dog” atau kontrol kuasa atas kebijakan-kebijakan kampus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here