Permintaan Hibah Kendaraan Tempur Unsoed Diterima Oleh Mabes TNI-AD

0
26
Potret Kendaraan Tempur (Ranpur) Lapis Baja, Tank AMX-13/APC. (Cahunsoedcom/ Hendrawan Ilham)

Purwokerto, Cahunsoed.com–Jumat (25/1), Markas Besar Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD) menghibahkan kepada Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) berupa satu unit Kendaraan Tempur (Ranpur) berlapis baja, yaitu Tank AMX-13/APC pada tanggal 22 Desember 2018. Hibah tersebut dilakukan atas permintaan pihak Unsoed itu sendiri.

Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Hibnu Nugroho, mengatakan bahwa permintaan hibah tersebut dilatarbelakangi oleh penamaan universitas ini sendiri. Yaitu menyandang nama Panglima Besar Jenderal Soedirman. Sehingga diharapkan, keberadaan tank tersebut dapat meningkatkan Jati Diri Unsoed.

“Unsoed itu kan menyandang nama Panglima Besar Jenderal Soedirman. Sehingga dengan adanya hibah Tank dari Mabes TNI-AD tersebut, maka akan meningkatkan identitas Jati Diri Unsoed,” kata Hibnu saat ditemui di ruang Wakil Rektor II.

Hibnu juga menambahkan dengan adanya tank tersebut diharapkan tidak ada perbedaan pandangan karena letak posisi fakultas atau yang biasa didengar dengan sebutan kampus depan dan kampus belakang.

“Kami sedang mencoba menata lembaga ini agar tidak kumuh atau tampak kusam. Dengan harapan, tidak ada anggapan diskriminasi pembangunan antara kampus belakang dengan kampus depan, khususnya fakultas yang berada di area Kompleks Gor Soesilo Soedirman (Gor Soesoe). Tank tersebut merupakan simbol yang akan ditempatkan di bundaran pintu masuk Komplek Gor Soesoe, sehingga mampu menambah ketertarikan mahasiswa dan masyarakat sekitar,” Katanya.

(Baca: https://cahunsoed.com/jalan-gor-soe-soe-rusak-parah-wr-2-unsoed-tidak-punya-duit/)

Salah satu mahasiswa jurusan Kesehatan Masyarakat mengatakan bahwa tidak ada korelasi antara tank yang dijadikan sebagai simbol dengan ketertarikan mahasiswa terhadap fakultas yang berada di area Komplek Gor Soesoe.

“Tidak ada korelasinya antara tank dijadikan sebagai simbol supaya menambah ketertarikan mahasiswa terhadap fakultas di area Komplek Gor Soesoe. Karena ketertarikan orang-orang lebih berdasar pada minat jurusan yang ingin dituju, bukan tergantung pada letak posisi fakultasnya. Lagipula tiap tahun peminatnya masih banyak,” kata Juwita Sari, mahasiswa Kesehatan Masyarakat 2015.

Hingga saat ini, tank tersebut hanya berdiam di pinggir jalan dekat pintu masuk Gor Soesoe. Mahasiswa jurusan Ilmu Kelautan 2016, Febry Ramdhan, mengatakan percuma jika tidak ada sosialisasi sehingga mahasiswa tidak paham guna tank tersebut untuk apa.

(Baca: https://cahunsoed.com/labolatorium-fpik-masih-menumpang/)

“Percuma kalau tidak ada pemahaman atau sosialisasi dari pihak unsoednya. Kami mahasiswa juga tidak tahu tank tersebut untuk apa. Apalagi sampai sekarang hanya dibiarkan begitu saja di pinggir jalan”.

Reporter:Fadillah Eldo Abimanyu, Erina Meila Hardianti, Fildzha Rani Nuryaningtyas

Penulis: Erina Meila Hardianti

Editor: Fildzha Rani Nuryaningtyas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here