Menuju Sebuah Rumah

0
10

Oleh : Laksmi Pradipta Amaranggana

Suatu hari, ada seseorang yang ingin menuju sebuah rumah. Ia memilih untuk merangkak menuju rumah tersebut. Entah mengapa ia memilih merangkak. Padahal tubuhnya baik-baik saja. Orang-orang di sekitarnya pun sering berteriak “Mengapa kamu merangkak?” . Namun tetap saja ia merangkak.

Lalu sampailah ia pada sebuah rumah namun bukan rumah yang dituju. Orang-orang menganggap rumah yang sekarang lebih buruk daripada rumah yang diinginkannya dulu. Mereka menyalahkannya karena ia hanya mau merangkak. Tidak mau berjalan apalagi berlari.

Saat sudah tinggal di rumah itu, ia merasa kosong dan mulai kehilangan arah. “Untuk apa aku disini? Aku harus bagaimana?,” gumamnya. Dalam kebimbangannya itu, ia melihat sebuah rumah tak jauh dari situ. Rumah itu tidak megah, namun terlihat nyaman untuk ditinggali.

Ia kemudian keluar dan mulai berjalan. Namun siapa sangka, jalan menuju rumah itu ternyata memiliki beberapa medan. Ada medan yang landai, curam, berbatu, berlubang, bahkan sesekali harus memanjat. Entah apa yang ada dipikirannya hingga ia berjalan, berlari, melompat, dan memanjat.

Dalam perjalanannya ia hanya berharap orang-orang tahu dia sedang dalam perjalanan. Perjalanan menuju sebuah rumah yang entah kapan sampainya, apakah ia akan bertahan hingga sampai atau mati kelelahan di perjalanan. Tapi yang ia tahu, rumah itu punya tulisan besar di depannya. Rumah itu bertuliskan “kebahagiaan”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here