Menuju Kuliah Tatap Muka, Unsoed Menyediakan Vaksin Bagi Mahasiswa

0
71
Suasana vaksinisasi Unsoed X Korem (Cahunsoedcom / Anisa P M C)

Program vaksinasi Unsoed X Korem merupakan kerja sama antara pihak Unsoed dengan pihak Korem yang diajukan oleh Unsoed. Slot vaksinasi berjumlah 10.000 vaksin, terdiri dari 5000 vaksin dosis pertama dan 5000 vaksin dosis kedua yang pelaksanaanya dalam rentang waktu 28 hari setelah dosis pertama.

Kloter pertama dilaksanakan pada tanggal 6—8 September 2021 dan bertempat di Graha Widyatama Unsoed. Sempat terjadi pergantian jenis vaksin secara tiba-tiba, yang mana awalnya diumumkan bahwa jenis vaksin yang akan diberikan adalah Moderna, kemudian digantikan dengan Sinovac.

Berdasarkan informasi dari Mayor Anton, selaku pimpinan dari pihak Korem, kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) dari vaksin jenis Moderna terbilang cukup berat, seperti demam tinggi, tangan tidak bisa digerakkan, bahkan pingsan. Ia menambahkan pula bahwa jenis vaksin yang sudah siap untuk diedarkan adalah vaksin Sinovac.

Di sisi lain, terdapat mahasiswa yang mengalami gejala ringan akibat dari vaksin jenis Sinovac. “Setelah disuntik, tangan tidak bisa diangkat, malamnya demam tinggi dan pusing, tidak napsu makan” ujar Ananda Rindri selaku peserta vaksin hari kedua.

Meskipun begitu, digantinya jenis vaksin tidak terlalu memengaruhi antusiasme mahasiswa dalam mengikuti program vaksinasi. Dari total 5000 vaksin dosis pertama, terdapat sekitar 3.035 pendaftar, dan tercatat bahwa terdapat sekitar 700 peserta vaksin pada hari pertama, 680 peserta vaksin pada hari kedua, dan 830 peserta vaksin pada hari ketiga.

Sisa vaksin dosis pertama dari vaksinasi Unsoed X Korem ini rencananya akan diarahkan kepada anggota keluarga dari warga Unsoed, baik itu anggota keluarga dosen, maupun karyawan. Namun, jika ada masyarakat umum yang datang ke tempat vaksinasi, pihak penyelenggara tidak akan menolak. Hal ini dilakukan agar vaksin tidak terbuang, mengingat masa kadaluarsa dari vaksin tersebut.

Program vaksinasi ini merupakan langkah awal dalam menyambut perkuliahan tatap muka. “Iya, kalau rektorat sendiri memang ada rencana buat ngadain kuliah tatap muka, jadi salah satu syaratnya kan memang harus divaksin” ujar Nisa Fauztina selaku menteri Adkesma BEM Unsoed.

 

Penulis: Mijil Ramadan

Reporter: Anisa P M C, Rafli Nugraha

Editor: Anisa P M C

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here