Mengenal Nabilla Khansa Naura, Mahasiswa Berprestasi Unsoed 2020

0
439
Profil dan prestasi Nabilla Khansa Naura, Mapres Unsoed 2020 (Cahunsoedcom / Adhytia Mahendra)

Adanya motivasi untuk terus berkarya membuat dirinya dinobatkan menjadi mahasiswa berprestasi tahun 2020. Prinsipnya adalah take it or leave it.

Nabilla Khansa Naura, mahasiswi Sosiologi angkatan 2017 berhasil menduduki juara satu Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) tingkat Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) tahun 2020. Sebelumnya, ia berhasil menjadi juara bertahan Mahasiswa Berprestasi tingkat fakultas pada 2019, 2020, dan juara dua tingkat Universitas pada 2019. Pencapaian yang didapat merupakan hal yang luar biasa dan patut dijadikan motivasi mahasiswa lain untuk bisa berprestasi di bidang apapun.

Perempuan kelahiran Jakarta, 20 tahun yang lalu ini adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Ia memiliki beberapa hobi yang terus ditekuni hingga saat ini diantaranya menulis, membaca, dan menyanyi. Menulis menjadi motivasinya untuk mengikuti Pemilihan Mahasiswa Prestasi (Pilmapres) karena ia menyadari,  jika seseorang mempunyai suatu ide dan tidak direalisasikan secara nyata, maka hal itu tidak ada manfaatnya.

“Motivasi aku mengikuti pilmapres ini ada dua. Pertama karena memang aku senang menulis. Kedua, aku ingin  mahasiswa Unsoed bisa eksis di skala nasional agar masyarakat tahu kalau Unsoed mempunyai mahasiswa yang memang layak dan berkompeten,” tuturnya ketika dihubungi via WhatsApp.

Pilmapres
yang diadakan pada tanggal 8-9 Juni 2020 kemarin, diselenggarakan secara daring
melalui Google Meet. Namun, situasi dan kondisi yang berbeda tidak membuat
dirinya lengah. Justru ia semakin bersemangat untuk banyak membaca dan memperkaya
wawasan terhadap ide gagasan yang ia buat. Dalam prosesnya, Khansa mengangkat
karya ilmiah dengan judul “Pengembangan Kurikulum Kewirausahaan Sosial Berbasis
Learner-Centered Curriculum Design dengan Menekankan Social
Impact Metrics
“.

Mengenai alasannya mengangkat judul tersebut, dirinya menuturkan bahwa, “Banyak anak muda saat ini yang tujuan lulusnya hanya stagnan untuk cari kerja, sementara lapangan kerja tidak sebanyak itu dan persaingan kerja pun semakin meningkat. Aku ingin anak muda semakin sadar dan paham kalau bisnis tidak hanya tentang jualan dan profit aja, tetapi juga bisa memberikan dampak sosial atau menjadi agen perubahan di masyarakat.”, lanjutnya. 

Terkait
judul karya ilmiah yang diangkat oleh Khansa, dirinya berhasil memperoleh nilai
98,15. Sedangkan juara dua dengan total perolehan nilai 95,56 dan juara tiga
dengan total perolehan nilai  95,15. Dari
total perolehan nilai tersebut, Khansa dinobatkan menjadi juara pertama
mahasiswa prestasi Unsoed 2020.

Saat ditanya mengenai bagaimana tips dan triknya, dirinya mengaku tidak ada strategi khusus yang disiapkan. Tetapi, yang selalu ia tekankan adalah tentang belajar dari banyak hal dan mencari pengalaman selama proses di perkuliahan. “Mindset yang aku tanam adalah try to learn as much as possible during the process (red : cobalah untuk belajar sebanyak mungkin selama proses berlangsung) . Satu lagi, jangan jadi orang yang melakukan hal itu setengah setengah karena prinsipku adalah take it or leave it (ambil atau tinggalkan),” ujar Khansa.

Tak hanya sampai disitu saja, dirinya pun memilki jejak yang menterang di berbagai event lain. Beberapa prestasi lain diantaranya hadir bersama komunitas Sudah Dong dalam acara Conference on Indonesian Foreign Policy yang turut mengundang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Xanana Gusmao dari Timor Leste pada tahun 2016. Kemudian mengikuti acara Congress of Indonesian Diaspora yang turut mengundang Barack Obama pada tahun 2017. Selain itu, Khansa juga mendapatkan penghargaan Sustainable Talent for Small Cluster kategori implementasi pengembangan sumber daya manusia dengan baik dan berkualitas oleh AIESEC Indonesia. Di tahun 2019, dirinya meraih juara dua dalam ajang kompetisi debat nasional bidang sosial, politik, dan hukum yang diselenggakan oleh Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang. Terakhir, ia pun pernah dipercaya mewakili Unsoed dan Indonesia untuk ikut dalam program pertukaran pelajar Maharakham University Global Citizenship Camp di Thailand.

Prestasi dan rekam jejak yang gemilang tak lantas membuatnya kesulitan dalam mengatur urusan akademik dan organisasi. Khansa bahkan mengakui tidak ada kendala yang cukup berarti. Ia juga aktif berkegiatan di luar kampus. Tak tanggung-tanggung, ia menekuni tiga organisasi sekaligus yaitu AIESEC in Indonesia, AIESEC in Thailand, dan TEDxJakarta. Ia membagikan tips dalam membagi waktu. “Aku suka membuat time table dan priority list, yang penting dan mendesak untuk dilakukan dalam waktu tertentu,” tuturnya ketika ditanya soal membagi waktu. 

Berbicara mengenai rencana selanjutnya, ia menuturkan ingin memperbanyak karya ilmiah agar bisa dibaca banyak orang. Ia juga berkeinginan setelah mendapatkan gelar Sarjana akan segera melanjutkan pendidikan untuk menempuh Strata-2 (S2) serta mengembangkan komunitas pemberdayaan anak yang ia punya di Jakarta. Dirinya juga tak lupa menitipkan motivasi serta pesan-pesannya untuk semua kalangan mahasiswa agar terus bermimpi setinggi mungkin. “Jangan pernah takut untuk bermimpi setinggi apapun karena kita tidak pernah tahu rencana Tuhan untuk kita itu seperti apa. Focus to work on it and challenge yourself as much as possible. Don’t wait until the right time. If you do, you’ll only be waiting for the rest of your life (red : Fokuskan untuk mengerjakannya dan tantang diri Anda sebanyak mungkin. Jangan tunggu sampai waktu yang tepat. Jika ya, Anda hanya akan menunggu sisa hidup Anda),” pesannya.

Reporter : Lina Damayanti

Penulis : Lina Damayanti

Editor : Devi Noviani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here