“Mati Rasa” Studi Pentas Sarat Akan Makna

0
45
Latifah Pramesti Maharani memerankan tokoh utama sebagai seorang remaja perempuan yang sedang mengalami depresi (Cahunsoed.com / Adhytia Mahendra)

Purwokerto, Cahunsoed.com – Minggu (22/12). Menuju penghujung akhir tahun, Teater SiAnak mempersembahkan pentas bertajuk “Mati Rasa” yang digelar di Aula Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jenderal Soedirman pada Sabtu, (21/12). Pentas ini menceritakan seorang anak perempuan pengidap depresi akut dalam menghadapi permasalahan keluarga yang kompleks, juga tindakan bullying yang menimpa dirinya. Pengangkatan bullying sebagai tema utama dalam pentas ini didasari oleh keresahan masing-masing individu yang bergabung dalam tim pentas. Hal ini diperkuat oleh sang sutradara, Ratna Ayu Rosally. ”Kita mengangkat bullying sebagai tema karena sebenarnya ini adalah hal yang negatif tapi diwajarkan dan juga sangat dekat dengan kita,” katanya.

Setelah pementasan selesai, salah satu penonton sekaligus pendiri Teater Sianak, Anang Fahmi memberi tanggapan bahwa cerita yang ditampilkan menggambarkan kegelisahan generasi milenial dengan penuh makna. “Saya melihat pementasan ini sebagai kegelisahan anak milenial dalam melihat bullying setelah adanya digitalisasi,” ucapnya. Selain itu, Ia juga menuturkan bahwa pementasan kali ini menggambarkan teater khas mahasiswa FISIP. “penampilan ini bukanlah penampilan teater yang biasa, namun teater khas mahasiswa FISIP yang meninjau dari segi sosiologis, antropologis, dan psikologis,” tuturnya.

Dari segi penokohan, menurut mahasiswa Jurusan Administrasi Publik angkatan 2017, Arif Mahardika menyatakan bahwa emosi yang dirasakan para tokoh meninggalkan kesan mendalam serta pesan yang tersirat maupun tersurat tersampaikan dengan baik. “Pendalaman tokohnya keren. Pemerannya dapat menyampaikan pesan emosi dari apa yang dirasakan oleh karakternya sebagai korban bullying dengan baik,” ujarnya. Ia pun menambahkan, “Aku ngerasa banget pesan yang disampaikan, bahwasanya jika kita tidak tahu tentang masalah seseorang dan enggan untuk mengetahui, jangan ikut campur dan menambah masalah seseorang,” ungkapnya.

Reporter : Rafli Nugraha, Adhytia Mahendra, Arfah Ma’ulidiyah

Penulis : Rafli Nugraha

Editor : Adhytia Mahendra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here