Mahasiswa Khawatirkan Hadirnya PCW

0
74

Purwokerto – Cahunsoed.com, Kamis (17/4), Kehadiran Purwokerto City Walk (PCW) dihadapan Universitas Jenderal Soedirman dikhawatirkan oleh beberapa mahasiswa. Hal ini dikarenakan kehadiran sebuah infrastruktur akan mengubah pola pikir dan tatanan sosial masyarakat.

“Pastinya, akan terjadi perubahan. Apalagi ruang hiburan berhadapan langsung dengan ruang pendidikan,”  kata Wildanshah, pembicara dalam diskusi ‘PCW dan Kapitalisme Ruang’ di Pendopo Kelurahan Grendeng.

Ia menujukan beberapa percontohan kecil yang terjadi akibat keberadaan Unsoed sekarang. Contohnya ketika mahasiswa berdandan banyak gadis-gadis kecil dan pelajar yang juga berusaha menyerupai mahasiswa. “Itu baru keberadaan Unsoed, bagaimana jika ada ruang hiburan atau pasar hiburan yang sebegitu besar,” katanya.

Ia pun memaparkan pandangan dari Sosiolog Perancis, Henry Lefevbre, jika keberadaan ruang tak hanya sekedar bangunan, melainkan akan mengubah banyak pola pikir dan penanaman nilai tersendiri.  Selain itu, ruang akan mempermudah pemodal untuk menciptakan ruang gerak untuk mendapatkan profit.

Ahmad Sucipto, salah satu peserta diskusi berpendapat jika PCW juga bisa merugikan masyarakat sekitar. ”Orientasi pemodal pastinya profit dan ini adalah ciri-ciri kapitalisme, pastinya akan terjadi persaingan, masyarakat sekitar akan kalah jika bersaing dengan pemodal besar yang punya modal lebih, ekonomi mereka tidak akan tumbuh justru akan hancur, khususnya PKL dan pedagang Kecil,” ujarnya. (Baca: Cerita Dibalik Sengketa Lahan Unsoed)(Alx)

SHARE
Previous articleMasyarakat Tolak Pembongkaran PG Kalibagor
Next articlePersiapan Mayday, Beberapa Elemen Mahasiswa Bentuk Front Persatuan
Cahunsoed.com adalah Portal Berita Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) SOLIDARITAS Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto yang menyajikan berita dan kejadian-kejadian seputar dunia kampus, pendidikan, pemuda, kreativitas, serta berita seputar Banyumas. Selain itu, kami senantiasa menjadi “watch dog” atau kontrol kuasa atas kebijakan-kebijakan kampus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here