LKB Kritisi Kebijakan Renovasi Alun-Alun

0
81

Purwokerto – Cahunsoed.com, Sabtu (28/06),  Tingginya anggaran renovasi alun-alun Purwokerto di tengah rendahnya infrastruktur desa di Banyumas, menjadi tema yang diangkat oleh kelompok diskusi “Lingkar Kajian Banyumas” dalam launching-nya.  Hal ini dikarenakan, kebijakan pemerintah dianggap tidak tepat dalam pengalokasian dana APBD, khususnya renovasi alun-alun.

“Ini tidak baik, dana 1,4 M lebih baik untuk mengatasi anak putus sekolah” kata Barid Hardiyanto, yang didatangkan sebagai pembicara. Pasalnya, masih ada 500-2000 anak putus sekolah di Banyumas.

Kebijakan renovasi alun-alun Purwokerto terkesan mengada-ada karena tidak ada urgensi dan masih optimal hari ini. Ahmad Sabiq, dosen jurusan Ilmu Politik FISIP, meyakini ada modus sengaja dirusak kemudian direnovasi dengan dana yang fantastis. “Ngapain ngurusin rumput sampai setahun 200 juta dan kemarin sengaja di rusak dengan acara expo” kata Ahmad Sabiq menduga adanya modus kesengajaan.

Memang, dalam launching perdananya, Lingkar Kajian Banyumas sengaja mengangkat isu renovasi alun-alun dikarenakan ada berbagai kejanggalan. “Masa anggaran sebanyak itu, cuma buat ngurus rumput” kata Tukiban Koordinator LKB. (FHR/Foto: CDR)

SHARE
Previous articleKawal UKT, Mahasiswa Bentuk SOMASI Unsoed
Next articleLKB, Hadir Untuk Kritisi Kebijakan Banyumas.
Cahunsoed.com adalah Portal Berita Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) SOLIDARITAS Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto yang menyajikan berita dan kejadian-kejadian seputar dunia kampus, pendidikan, pemuda, kreativitas, serta berita seputar Banyumas. Selain itu, kami senantiasa menjadi “watch dog” atau kontrol kuasa atas kebijakan-kebijakan kampus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here