Kasus Baru Covid-19 di FISIP, Kebijakan Fakultas Dipertanyakan

0
615
Peresmian gedung baru FISIP (sumber foto: unsoed.ac.id)

Klaster baru Covid-19 di FISIP, Fakultas bantah beri kebebasan terhadap jurusan terkait kegiatan akademik dan kemahasiswaan

Penyebaran Covid-19 di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) mengalami peningkatan, salah satunya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) yang bertambah jumlah kasus positifnya akibat adanya klaster baru dari seminar proposal. Sejumlah mahasiswa terkonfirmasi positif Covid-19 setelah mereka melakukan perayaan seminar proposal di kampus.

Menanggapi kasus penyebaran Covid-19 tersebut kami dari LPM Solidaritas mencoba menemui Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Tri Wuryaningsih. Ia membenarkan adanya kasus penyebaran Covid-19 di FISIP Unsoed. “Iya benar ada delapan mahasiswa yang positif Covid-19, terdiri dari tujuh mahasiswa Ilmu Komunikasi dan satu mahasiswa Sosiologi. Kemudian ada empat dosen yang terkonfirmasi positif Covid-19,” ujarnya saat dihubungi oleh LPM Solidaritas.

“Mahasiswa Ilmu Komunikasi yang positif ini dari klaster seminar proposal yang dilakukan di laboratorium komunikasi, sedangkan mahasiswa Sosiologi terkena Covid-19 saat sedang liburan dengan keluarganya” tambahnya.

Melihat penyebab terjadinya penyebaran, dikarenakan mahasiswa masih diberi akses untuk menggunakan fasilitas kampus seperti laboratorium komunikasi. Namun ketika mencoba mengonfirmasi kepada Kepala Jurusan Ilmu Komunikasi, S. Bekti Istiyanto, Ia menolak diwawancarai.

Wakil Dekan Bidang Akademik, Luthfi Makhasin menjelaskan pihak fakultas sudah memberlakukan kegiatan akademik dan kemahasiswaan secara daring. ”Iya, kebijakan di FISIP terkait kegiatan akademik selama pandemi sudah diatur dalam surat edaran nomor 187/UN23.10/PK.01/2021 dan sudah dibahas sebanyak tujuh kali di rapat pimpinan fakultas. Namun masih saja ada jurusan yang bandel,” ujarnya.

Pernyataan tersebut justru berbanding terbalik dengan yang disampaikan oleh Kepala Jurusan Ilmu Politik, Indaru Setyo Nurprojo, Ia menyatakan fakultas memberikan kebebasan tentang kegiatan akademik dan kemahasiswaan, asalkan tetap berkoordinasi. “Fakultas memberi kebebasan kepada setiap jurusan namun harus tetap koordinasi dengan pimpinan,” ujarnya.

Tetapi Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Tri Wuryaningsih membantah jika fakultas memberikan kebebasan kepada jurusan. “Ya kalau jurusan itu membaca dan mematuhi surat edaran, mestinya gak ada yang bilang dibebaskan dari fakultas. Edarannya jelas, seluruh proses pembelajaran dilaksanakan secara daring,” ujarnya.

Kedepannya fakultas akan memberi teguran kepada jurusan yang melanggar aturan. “Nantinya jurusan yang melanggar kebijakan akan kami beri teguran,” ucap Luthfi Makhasin.

Setelah adanya penyebaran Covid-19 yang mengkhawatirkan, mahasiswa dilarang datang ke kampus. Salah satunya dilakukan oleh jurusan Sosiologi. “Semua mahasiswa tidak diperbolehkan ke kampus untuk melakukan kegiatan akademik. Semua dilakukan secara daring,” ujar Nanang Martono, Ketua Program Studi Sosiologi.

Reporter : Fildzah Lathifah, Alpranola Azzahra, Nadinta Zulfa

Penulis : Fildzah Lathifah

Editor : Devi Noviani

SHARE
Previous articleSeberapa Siapkah Unsoed untuk Menjadi PTN BH?
Next articleTiga Tahun Berdiri, Bimbingan Konseling Unsoed Masih Belum Optimal
Cahunsoed.com adalah Portal Berita Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) SOLIDARITAS Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto yang menyajikan berita dan kejadian-kejadian seputar dunia kampus, pendidikan, pemuda, kreativitas, serta berita seputar Banyumas. Selain itu, kami senantiasa menjadi “watch dog” atau kontrol kuasa atas kebijakan-kebijakan kampus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here