Kartini Dulu, Sekarang, dan Nanti

0
20

Oleh: Erina Meila Hardianti

Staf Sirkulasi dan Bisnis LPM Solidaritas FISIP Unsoed

Senyap senyup tak bertepi

Hujan tiada berhenti

Kabut tebal terus menyelimuti

Tangis membanjir di pipi

Ketika hak perempuan dibatasi

Deras arus adat dan budaya lama

Memaksa kami tuk berpasrah

Dibiarkan lemah tak berdaya

Betapa kejam jiwa disiksa dalam penjara kehidupan nyata.

Menahan rintihan akibat direnggutnya asa

Terimakasih kau buat semua sirna.

Kau adalah mentari sepanjang masa.

Terbit di kala terpaan badai diskriminasi.

Enyahkan gelap yang tak pernah terhenti.

Tak mudah langkahmu pasti.

Menyadarkan semua, atas penderitaan yang bertubi-tubi.

Kau berikan cahaya.

Kau tunjukan pada dunia.

Kami setara.

Bukan di sekat oleh kesenjangan semata.

Jasamu sungguh tiada tara.

Meskipun hari ini tak bersanggul

Tidak juga berkebaya.

Sungguh, semangat itu terus hidup.

Mengalir di setiap hembus nafas di setiap perempuan.

Mereka adalah Kartini-mu.

Yang berusaha cerdas serta berbudi.

SHARE
Previous articleTolak Represifitas Tamansari dan Kulon Progo, Masyarakat Purwokerto Gelar Aksi Solidaritas
Next articleMembaca: Melatih Rasa
Cahunsoed.com adalah Portal Berita Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) SOLIDARITAS Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto yang menyajikan berita dan kejadian-kejadian seputar dunia kampus, pendidikan, pemuda, kreativitas, serta berita seputar Banyumas. Selain itu, kami senantiasa menjadi “watch dog” atau kontrol kuasa atas kebijakan-kebijakan kampus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here