Gelar Diskusi Terbuka, Mayoritas Audiens Tolak Omnibus Law

0
30
Diskusi terbuka yang dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat di Purwokerto (Cahunsoed.com/Adhytia Mahendra)

Purwokerto – Cahunsoed.com, Minggu (01/03) Berbagai elemen masyarakat di Purwokerto yang terdiri dari mahasiswa berbagai universitas serta organisasi masyarakat mengadakan diskusi bersama membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) yang sedang hangat saat ini, yaitu Omnibus Law.

Diskusi dilaksanakan secara terbuka di Pendopo Pusat Kegiatan Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman, pada Jumat (28/02) yang diisi oleh pemateri dari kalangan akademisi serta aktivis Front Rakyat Indonesia (FRI). Tujuan diadakannya diskusi terbuka sebagai pencerdasan kepada berbagai elemen masyarakat guna mengetahui, mengkritisi, juga mencari solusi bersama terkait polemik Omnibus Law.

Adanya diskusi terbuka direspons positif dari audiens yang hadir. Salah satunya Violita Anggraini, mahasiswi Institut Teknologi Telkom Purwokerto angkatan 2018. Ia berpendapat bahwa diskusi semacam ini harus gencar dilakukan. “Diskusi ini memberikan banyak manfaat. Asalnya kami yang tidak tahu menjadi tahu sehingga perlu dimasifkan di kampus masing-masing,” ujarnya.

Kebijakan Omnibus Law yang saat ini sedang gencar dibahas memang menuai banyak polemik. Salah satu yang paling menuai kontra, yaitu Omnibus Law Cipta Kerja. Wacana Undang-Undang “sapu jagat” ini guna meningkatkan investasi. Namun, substansinya sangat tidak berpihak pada masyarakat terutama buruh dan hanya menguntungkan pengusaha. Hal itu tercerminkan dari RUU Cipta Kerja klaster ketenagakerjaan yang secara umum terletak pada empat permasalahan utama, yaitu terkait Perjanjian Waktu Kerja Tertentu (PWKT), isu alih daya, masalah waktu kerja, dan pengupahan.

Mayoritas peserta diskusi yang hadir menolak adanya kebijakan Omnibus Law. Oleh karena itu, akan ada tindak lanjut terkait UU “sapu jagat” ini. Seperti yang dikatakan oleh Presiden Bem Unsoed, Lugas Ichtiar, “Omnibus Law merupakan isu bersama, oleh karena itu akan terus di follow up bersama teman-teman yang lain terkait masalah ini,” pungkasnya.

Reporter : Adhytia Mahendra

Penulis : Adhytia Mahendra

Editor : Laksmi Pradipta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here