Gelar Diskusi Terbuka, Mayoritas Audiens Tolak Omnibus Law

0
182
Diskusi terbuka yang dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat di Purwokerto (Cahunsoed.com/Adhytia Mahendra)

Purwokerto – Cahunsoed.com, Minggu
(01/03) Berbagai elemen masyarakat di Purwokerto yang terdiri dari mahasiswa berbagai
universitas serta organisasi masyarakat mengadakan
diskusi bersama membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) yang sedang hangat saat
ini, yaitu Omnibus Law.

Diskusi dilaksanakan secara terbuka di Pendopo Pusat Kegiatan Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman, pada Jumat (28/02) yang diisi oleh pemateri dari kalangan akademisi serta aktivis Front Rakyat Indonesia (FRI). Tujuan diadakannya diskusi terbuka sebagai pencerdasan kepada berbagai elemen masyarakat guna mengetahui, mengkritisi, juga mencari solusi bersama terkait polemik Omnibus Law.

Adanya diskusi terbuka direspons
positif dari audiens yang hadir. Salah satunya Violita Anggraini, mahasiswi Institut
Teknologi Telkom Purwokerto angkatan 2018. Ia berpendapat bahwa diskusi semacam
ini harus gencar dilakukan. “Diskusi
ini memberikan banyak manfaat. Asalnya kami yang tidak tahu menjadi tahu
sehingga perlu dimasifkan di kampus masing-masing,” ujarnya.

Kebijakan Omnibus Law yang saat ini
sedang gencar dibahas memang menuai banyak polemik. Salah satu yang paling menuai
kontra, yaitu Omnibus Law Cipta Kerja. Wacana Undang-Undang “sapu jagat” ini guna
meningkatkan investasi. Namun, substansinya sangat tidak berpihak pada masyarakat
terutama buruh dan hanya menguntungkan pengusaha. Hal itu tercerminkan dari RUU
Cipta Kerja klaster ketenagakerjaan yang secara umum terletak pada empat permasalahan
utama, yaitu terkait Perjanjian Waktu Kerja Tertentu (PWKT), isu alih daya, masalah
waktu kerja, dan pengupahan.

Mayoritas peserta diskusi yang hadir
menolak adanya kebijakan Omnibus Law. Oleh karena itu, akan ada tindak lanjut terkait
UU “sapu jagat” ini. Seperti yang dikatakan oleh Presiden Bem Unsoed, Lugas
Ichtiar, “Omnibus Law merupakan isu bersama, oleh karena itu akan terus di follow
up
bersama teman-teman yang lain terkait masalah ini,” pungkasnya.

Reporter : Adhytia Mahendra

Penulis : Adhytia Mahendra

Editor : Laksmi Pradipta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here