Gedung Kekurangan, Fasilitas Belum Maksimal

0
103

Oleh: Taufiq Ahmad Romdoni*

Beberapa waktu lalu saya dimintai pendapat mengenai ruangan yang terdapat di kampus Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK). Jumlah ruang yang terdapat di FPIK sendiri ada 6 ruang kelas, 2 ruang kelas bisa menampung 90 mahasiswa, 4 ruang kelas lagi berkapasitas 50.

Saat ini di FPIK kondisi mahasiswa setiap tahun terus bertambah, apalagi angkatan 2016 juga sangat banyak. Alhasil, dari kampus sendiri memutar otak untuk membagi ruang kelas kuliah karena dengan bertambahnya mahasiswa, penggunaan ruangan pun semakin meningkat. Hal itu menyebabkan jam kuliah yang tahun lalu hanya sampai jam 15.10, saat ini sampai dengan jam 17.10.

Strategi lain yang dilakukan yaitu dengan memecah satu angkatan prodi dibagi menjadi 2 kelas dalam beberapa mata kuliah. Hal ini sedikit menghambat kami sebagai mahasiswa, khususnya dalam penggunaan ruangan, karena sisa ruangan itu sedikit. Contohnya saja pada kegiatan akademik, ketika ada kuliah pengganti, mahasiswa sering bingung mencari ruangan, apalagi jadwal harus disesuaikan dengan jadwal dosen juga.

Tidak hanya kuliah pengganti, kami yang mengikuti kegiatan kemahasiswaan, seperti Himpunan Mahasiswa maupun Unit Kegiatan Mahasiswa, sering kebingungan kalau mau rapat karena kami sendiri belum mempunyai sekre. Jadi kegiatan kemahasiswaan seperti rapat dan kumpul-kumpul, dilaksanakan di hall gedung, atau pinjam ruang kelas.

Tak hanya kapasitas, tapi juga kualitas ruangan pun menurut kami kurang layak. Jumlah mahasiswa yang hampir melebihi kapasitas dalam satu ruang kelas tidak didukung dengan pendingin ruangan yang memadai. Ini membuat mahasiswa tidak nyaman dalam perkuliahan. Selain itu, penggunaan LCD proyektor yang bermasalah di beberapa ruangan membuat beberapa dosen tidak bisa mengajar karena bahan materi ada di power point.

Laboratorium untuk praktikum dan penelitian di FPIK masih sangat terbatas, karena kami hanya memiliki satu laboratorium dengan kapasitas 50 mahasiswa. Di sebelah laboratorium terdapat ruangan terbuka yang saat ini ruangan tersebut difungsikan sebagai laboratorium juga. Selain itu, alat-alat laboratorium belum sepenuhnya lengkap dan memadai. Akhirnya pada beberapa mata kuliah mahasiswa melakukan praktikum di laboratorium Fakultas Mipa atau Biologi. Alat-alat laboratorium juga masih pinjam Fakultas Biologi. Tentunya hal ini menghambat mahasiswa dalam praktikum dan penelitian.

Sangat disayangkan sebetulnya, dengan letak geografis FPIK Unsoed yang berada di Banyumas, seharusnya Unsoed mampu mengambil peranan dalam riset dan kajian mengenai kelautan dan perikanan yang ada di Banyumas sebagai sentra budidaya, Cilacap dan Pantai Selatan Jawa lainnya yang memiliki potensi kelautan. Namun hal ini masih belum didukung oleh fasilitas untuk riset.

Selain fasilitas akademik, di FPIK sendiri terdapat Masjid Al Marjan, yang saat ini masih dalam tahap pembangunan seperti tempat wudhu dan toiletnya. Pembangunan masjid ini dilakukan hasil swadaya dari lingkungan fakultas sendiri. Fasilitas yang sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan umum, justru tak dibantu mengenai pendanaan pembangunannya.

Saya berharap potensi yang dimiliki FPIK dapat didukung dengan terlaksananya pembangunan, untuk Unsoed yang berprestasi.

*) Presiden BEM FPIK 2017 Terpilih

SHARE
Previous articleFIKES Tak Kunjung Dibangun
Next articleRektorat Buat Rancangan Peraturan Kegiatan Kemahasiswaan
Cahunsoed.com adalah Portal Berita Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) SOLIDARITAS Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto yang menyajikan berita dan kejadian-kejadian seputar dunia kampus, pendidikan, pemuda, kreativitas, serta berita seputar Banyumas. Selain itu, kami senantiasa menjadi “watch dog” atau kontrol kuasa atas kebijakan-kebijakan kampus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here