Fikes Kekurangan Anggaran, Dana Kemahasiswaan Dipotong

0
9
Audiensi transparansi dana kemahasiswaan bersama Dekanat Fikes
di Gedung A, Jurusan Keperawatan, Senin (20/6).
Cahunsoedcom/Triana
Purwokerto, Cahunsoed.com – Selasa (21/6), Anggaran Kemahasiswaan Fikes yang sudah direncanakan 100 juta tiba-tiba saja dipotong menjadi 70 juta. Hal ini diungkapkan langsung oleh Dekan Fikes Warsinah, dalam audiensi bersama dekanat mengenai transparansi dana kemahasiswaan, Senin (20/6) kemarin. “Kami tidak bisa memberikan 100 juta, karena anggaran yang turun tidak sesuai perkiraan awal jadi dana kemahasiswaan dipotong menjadi 70 juta,” katanya. 
Turunnya anggaran di Fikes yang seharusnya Rp10,7 miliar menjadi Rp6,1 miliar membuat fakultas beralasan jika hal itu perlu mengurangi anggaran yang lainnya agar tetap bisa memenuhi kebutuhan. Salah satu anggaran yang dikurangi yakni dana kemahasiswaan.Wakil Dekan II Fikes Bidang Umum dan Keuangan juga memastikan hal tersebut. “Anggaran fakultas turun karena semua unit harus tercukupi jadi dibagi-baginya lebih banyak” kata Bambang Hariyadi.
Ditambah lagi rencana Fikes untuk membuat gedung dekanat dan PJKR juga menjadi salah satu penyebab dana yang ada harus dibagi-bagi dalam unit yang lebih banyak. “Rencana pembangunan gedung sudah dari lama, jadi harus direalisasikan dengan anggaran yang seadanya,” tambah Dekan Fikes.
Mahasiswa yang hadir dalam audiensi mempertanyakan perihal pemotongan dana kemahasiswaan kepada Dekanat Fikes. Menurut salah satu mahasiswa Farmasi 2014 Kevyah, anggaran untuk gedung dan kemahasiswaan seharusnya dibedakan, namun dekan justru beralasan jika hal itu untuk mencukupi kebutuhan pembangunan gedung. “Dana kemahasiswaan dengan dana gedung kan berbeda, harusnya dana 100 juta yang sudah direncanakan diawal tidak bisa dipakai untuk pembangunan gedung,” katanya.
Mahasiswa mengaku keberatan jika dana yang akan digunakan untuk kegiatan mahasiswa yang dipotong, dikarenakan kurangnya anggaran ke fakultas. “Kami sudah buat rencana kegiatan untuk dana 100 juta, jika dana untuk kegiatan mahasiswa dikurangi tentu akan menghambat jalannya proker kami” kata Presbem Fikes Budhi Kurniawan.
Mahasiswa pun menyayangkan pemotongan anggaran secara sepihak tanpa pemberitahuan dari awal. Menurut mahasiswa Farmasi 2015 Alfu Wa Ichda, dana 100 juta merupakan rencana dari awal, dan fakultas pun sudah menyetujuinya. “Diawal sudah disepakati dana kemahasiswaan 100 juta harusnya jangan diambil untuk kebutuhan yang lain, lagi pula pemotongan anggaran tersebut juga tidak jelas transparansinya” kata Alfu.
Dana 70 juta yang dianggarkan dibagi ke dalam dana UKM, Hima, dan BEM 37,5 juta, dana delegasi 20 juta, dana kegiatan di fakultas 5 juta. Secara keseluruhan dana yang dikelola mahasiswa 70 juta.
Audiensi yang diselenggarakan di Gedung A Keperawatan dihadiri oleh belasan mahasiswa perwakilan UKM, Hima dan BEM. Mahasiswa masih menyesalkan tak adanya transparansi terkait pemotongan dana kemahasiswaan tersebut. Terlebih 12 UKM, Hima, dan BEM telah menyusun RBA untuk kegiatan setahun ke depan dengan anggaran 100 juta. Dengan adanya pemotongan dana, mahasiswa pun tetap berharap bisa mendapatkan dana 100 juta pada revisi anggaran bulan Agustus nanti. (Triana Widyawati)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here