Elemen Mahasiswa Peringati Sumpah Pemuda

0
8
Rabu, (28/10). Aksi teatrikal oleh Sianak dalam memperingati
Sumpah Pemuda di pertigaan FISIP Unsoed. (CDR)
Purwokerto – Cahunsoed.com, Kamis (29/10), Berbagai elemen pemuda Purwokerto, mengadakan aksi pada rabu (28/10). Aksi dengan metode teatrikal, puisi, malam refleksi, serta panggung budaya di lakukan sebagai bentuk penyampaian terhadap maraknya permasalahan yang terjadi di masyarakat. Mulai dari masalah lingkungan, ekonomi, sampai pendidikan.


“Ini bentuk keluh kesah dan prihatin terhadap sikap dan pola prilaku pemuda yang semakin jauh dari kesadaran akan permasalahan yang terjadi di lingkungan sekitar dan masyarakat,” kata Pembarep Wisnu, korlap aksi SISOKA (Sianak, Solidaritas, KMPA) di pertigaan FISIP Unsoed.

Selain SISOKA dengan aksi teatrikal dan pembacaan puisi, Aliansi Cipayung (HMI, PMKRI, GMNI, PMII, GMKI) Purwokerto juga menyuarakan hal yang sama. Dengan menggunakan konsep malam refleksi di Bale Kemambang Purwokerto, mereka mengutarakan pentingnya peran pemuda dalam menggelorakan semangat nasionalisme di tengah kondisi negara yang mengalami perguncangan di berbagai sektor. “Pemuda kan corong penggerak bangsa, punya andil yang cukup besar bagi kemajuan bangsa ini,” kata Tukiban, ketua umum HMI Purwokerto.

Rabu, (28/10). Teater Didik IAIN Purwokerto aksi teatrikal
peringati Sumpah Pemuda di alun-alun Purwokerto. (FHR)
Aksi juga di gelar di alun-alun Purwokerto. Dengan konsep panggung budaya, FMN juga mengangkat isu permasalahan pendidikan. Salah satu panitia acara, Marsha Azka mengungkapkan adanya pungutan liar di Unsoed, merupakan sebuah masalah yang harus di ketahui oleh mahasiswa. “Sudah jelas di UKT tidak boleh ada penarikan terhadap mahasiswa, namun masih saja terjadi,” katanya.

Digelarnya aksi peringatan sumpah pemuda di tiga titik dengan elemen pemuda yang berbeda, mendapat tanggapan positif dari Rizky Sanjaya, mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP Unsoed 2009. Ia menganggap banyaknya kegiatan merupakan bentuk kreatifitas dari berbagai elemen pemuda. “Semakin bagus jika banyak metode yang digunakan, asal kita tetap memiliki tujuan dan maksud yang sama,” ungkapnya. (ELN)  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here