Diskusi Film tentang Buruh, Mahasiswa Dituntut Melek Lingkungan Sekitar

0
39

Purwokerto – Cahunsoed.com, Diskusi dan nonton film yang dilaksanakan pada selasa (26/9) di Aula FISIP Unsoed membahas dampak industri di dunia hingga buruh  bulu mata dan wig di Purbalingga. Kegiatan dengan tema Your Beauty Is Our Pain bertujuan agar mahasiswa mampu mengetahui isu tentang buruh.

“Masih belum banyak mahasiwa yang tertarik untuk diskusi tentang buruh” kata Pilari Agemanati Krisnasaputri selaku moderator diskusi dan nonton film.

Muhammad Taqiyudin sebagai pembicara mengatakan dampak industri ini juga terjadi disekitar kita seperti di perusahaan bulu mata dan wig di Purbalingga. Ia mengatakan buruh disana masih belum ada jaminan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). “dalam mengerjakan bulu mata saja, masih belum memakai masker dan sarung tangan,” katanya.

Salah satu peserta diskusi Sofyan Dwicahyo menanyakan peran aktif mahasiswa untuk berjuang bersama buruh. “bagaimana mahasiswa mampu ikut serta dalam perjuangan kaum buruh?” katanya.

Peran aktif mahasiswa bisa dengan berbagai macam cara, salah satunya adalah riset partisipatif. “salah satu cara mahasiswa bergerak bisa membuat riset dan mempublikasi riset tersebut agar masyarakat dapat mengetahuinya,” jawab Haryadi selaku dosen Sosiologi diakhir diskusi.

Diskusi film “The True Cost” menjelaskan tentang problematika yang terjadi pada kaum buruh. Dalam film diceritakan, perusahaan menjadikan buruh sebagai alat produksi tanpa memikirkan keselamatan kerja buruh.

(MG-Gufinda Risman, MG-Dikky Candra)

Editor: Muhammad Rijal

SHARE
Previous articleAlmamater Terlambat Dibagikan, Perubahan Statuta Jadi Alasan
Next articleMahasiswa Purwokerto Tuntut Kekerasan Pihak Aparat Keamanan
Cahunsoed.com adalah Portal Berita Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) SOLIDARITAS Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto yang menyajikan berita dan kejadian-kejadian seputar dunia kampus, pendidikan, pemuda, kreativitas, serta berita seputar Banyumas. Selain itu, kami senantiasa menjadi “watch dog” atau kontrol kuasa atas kebijakan-kebijakan kampus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here