Dana Kegiatan Kurang, BEM Farmasi Tarik IWM

0
191

Purwokerto – Cahunsoed.com, Rabu (21/5), Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Besar Mahasiswa Farmasi (BEM KBMF), Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Kesehatan Unsoed, terpaksa menerapkan Iuran Wajib Mahasiswa (IWM) bagi seluruh mahasiswa jurusan farmasi. Penarikan ini disebabkan dana kegiatan yang didapatkan dari fakultas kurang mencukupi untuk delegasi mahasiswa. Padahal beberapa mahasiswa sudah menggunakan sistem Uang Kuliah Tunggal (UKT). Seperti yang dikatakan oleh Dina Qoryna, Menteri Advokasi, BEM KBMF.

“Itu IWM untuk dana pendelegasian mahasiswa, IWM sendiri sudah disepakati di musang,” tuturnya. Penarikan IWM ini disayangkan oleh beberapa mahasiswa, khususnya mahasiswa pengguna UKT karena seharusnya sudah tidak ada penarikan lagi, semua kebutuhan mahasiswa ditanggung oleh universitas.

“Aku ngerasa agak keberatan sih dengan adanya IWM. Seharusnya semua kebutuhan mahasiswa sudah dipenuhi oleh fakultas, sosialisasinya juga kurang,” kata Amanda Prita Katalia, mahasiswa Farmasi 2010.

Sedangkan Ketua Jurusan Farmasi, Dhadhang Wahyu Kurniawan, tidak mau berkomentar terkait penarikan ini, “Silahkan tanya saja ke BEM,” ujarnya. (MG-CAC)

SHARE
Previous articleKesetaraan Gender dalam Liga Futsal
Next articleMinim Dana Delegasi, Mahasiwa Rela Ngamen
Cahunsoed.com adalah Portal Berita Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) SOLIDARITAS Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto yang menyajikan berita dan kejadian-kejadian seputar dunia kampus, pendidikan, pemuda, kreativitas, serta berita seputar Banyumas. Selain itu, kami senantiasa menjadi “watch dog” atau kontrol kuasa atas kebijakan-kebijakan kampus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here