Sejumput Sajak untuk Aktivis Kekinian

Oleh : Muflih Fuadi Sesosok tua tiba di selasar kantin kampus ku Ikut bersua dengan anak anak muda Aktivis kiranya sebutan untuk mereka Tak dinanya dia berkhotbah dengan jumawa Begini kira khotbahnya Hai kau kelas menengah Lidahmu sok progresif Berbenturan dengan kenyataan objektif kau pasif Hai kau kelas menengah Ujarmu selalu tentang aksi Tapi turba ala...

Aku (tak) Bangga Menjadi Mahasiswa

Oleh: Pendy Wijanarko   Aku bangga menjadi mahasiswa Berjalan tegap tanpa melihat sekelilingku Ku pegang buku di tangan kiriku Ku genggam handphone di tangan kananku Aku bangga menjadi mahasiswa Siang hari ku menuntut ilmu Malam hari hedonisme menunggu Aku bangga menjadi mahasiswa Ku kejar prestasi tanpa aplikasi Aku bangga menjadi mahasiswa Gelar intelektual ku pakai untuk...

Rumah Itu

Oleh: Nadia Halim*             Rumah itu terletak di tepian tanah perkebunan seluas dua belas hektar. Dari kejauhan, rumah itu seperti berada di ujung tanduk karena terletak di bibir bukit. Di sisi kanan rumah ada jendela besar dan teras kecil yang...

TOPENG

Oleh: Maulida Larasati Langkah pertama menjajaki kampus baru, telah banyak lalu lalang orang yang menawan di depan mataku. Cantik dan tampan, kelihatan baik, berwibawa, bijaksana. Tentu saja keren dan gaul, tidak akan hal yang cacat dalam setiap hiasan wajah setiap elemen yang kulihat hari ini,...

PUISI: Rupa Babi

Oleh: Fahri Abdillah Hei rupa babi Gagah sekali kau berdiri Berkicau layaknya burung nuri Seakan baik-baik saja hari ini Hei kau rupa babi Omong kosong apa lagi ini Mengaku pro demokrasi Masalah kami saja kau tak peduli Hei kau, ya kau ini Dasar rupa babi Tak punya hati nurani Sampai kau rampas hak kami Ingatlah rupa babi Kau...

Sepasang Sepatu

Oleh Mugianto Istana dilanda keributan. Sepatu kaca sebelah kanan Cinderella hilang. Putri menawan itu menangis di dalam WC. Jadi, selain sepatu hilang, penghuni istana terkejut kenapa Cinderella ada di WC. Bukan seharusnya di kamar. Mungkinkah di tengah kepanikan itu Cinderella terserang mencret, tidak ada yang...

Maafkan Bapak, Anakku

Oleh: Khaerunisa* Hujan deras mengguyur Kota Purwokerto dari pagi tadi, keramaian kota berkurang, tak banyak orang yang hilir mudik di trotoar, hanya kendaraan bermotor yang tetap meramaikan jalanan kota ditambah dengan warna-warni jas hujan para pengendara motor. Namun para pedagang di alun-alun kota tetap setia menunggu para pembelinya,...

Kisah Selembar Uang

Oleh: Afrianti Eka Pratiwi* Aku selembar kertas dengan nilai. Aku mampu membuat orang menjadi gila. Aku dikejar banyak orang, dijadikan sebuah alat penentu kehidupan masa kini. Pengap. Gelap. Aku bersama teman-temanku terjebak di sebuah tempat yang sempit ini. Beberapa detik kemudian cahaya lampu neon entah berapa watt...

MOST POPULAR

ADVERTORIAL

HOT NEWS