Rumah Itu

Oleh: Nadia Halim*             Rumah itu terletak di tepian tanah perkebunan seluas dua belas hektar. Dari kejauhan, rumah itu seperti berada di ujung tanduk karena terletak di bibir bukit. Di sisi kanan rumah ada jendela besar dan teras kecil yang...

Air

“Sudahlah, Aku sudah tidak sanggup lagi untuk meneruskan hal ini Bang. Istri minta cerai, Anak minta jajan terus setiap hari, makin pusing aja hidupku ini Bang.” Ujarku dengan kegelisahan yang mengganggu semua kehidupanku ini. “Hahaha, Kau ini sudah seperti orang yang sekarat Di, tinggal menunggu...

Menyentil Norma Keseharian Melalui Pentas Teater

Purwokerto – Cahunsoed.com, Selasa (13/5), Melalui Pentas berjudul ‘Nyonya-Nyonya’ adaptasi Naskah Wisran Hadi. Teater Margin mencoba menyentil norma kehidupan yang melenceng hari ini. Menurut penuturan sutradara pementasan, Brilliant Soehartomo, norma budaya, ada dalam kehidupan sehari-hari banyak yang luntur dan tidak diindahkan. “Kita hari ini...

Puluhan Seniman Purwokerto Gelar Aksi Mengenang Soetedja

Purwokerto - Cahunsoed.com, Jumat, (27/3), Puluhan seniman Purwokerto gelar panggung pementasan kenang Soetedja, menjelang eksekusi pembongkaran Gedung Soetedja April nanti. Gelaran aksi dengan tema, ‘Dhungkar Soetedja’ bertujuan sebagai bentuk protes para pegiat seni Purwokerto atas penghilangan simbol aktivitas seni di Purwokerto. Hal tersebut di utarakan...

TOPENG

Oleh: Maulida Larasati Langkah pertama menjajaki kampus baru, telah banyak lalu lalang orang yang menawan di depan mataku. Cantik dan tampan, kelihatan baik, berwibawa, bijaksana. Tentu saja keren dan gaul, tidak akan hal yang cacat dalam setiap hiasan wajah setiap elemen yang kulihat hari ini,...

PUISI: Rupa Babi

Oleh: Fahri Abdillah Hei rupa babi Gagah sekali kau berdiri Berkicau layaknya burung nuri Seakan baik-baik saja hari ini Hei kau rupa babi Omong kosong apa lagi ini Mengaku pro demokrasi Masalah kami saja kau tak peduli Hei kau, ya kau ini Dasar rupa babi Tak punya hati nurani Sampai kau rampas hak kami Ingatlah rupa babi Kau...

Satu Langkah Kecil

Oleh. Pembarep Wisnu* Ibukota, yang berarti ibu dari semua kota Kota yang isinya hampir masyarakat urbanisasi Kota yang kecil dan hampir tenggelam ini Dari sampah pabrik sampai sampah masyarakat, semuanya ada Kerap banjir datang kau bilang bencana Kemarau berkunjung kaubilang petaka Tapi kau biarkan orang-orang serakah mengeruk hakmu termasuk tanahmu Sedangkan drainase...

Kisah Selembar Uang

Oleh: Afrianti Eka Pratiwi* Aku selembar kertas dengan nilai. Aku mampu membuat orang menjadi gila. Aku dikejar banyak orang, dijadikan sebuah alat penentu kehidupan masa kini. Pengap. Gelap. Aku bersama teman-temanku terjebak di sebuah tempat yang sempit ini. Beberapa detik kemudian cahaya lampu neon entah berapa watt...

Maafkan Bapak, Anakku

Oleh: Khaerunisa* Hujan deras mengguyur Kota Purwokerto dari pagi tadi, keramaian kota berkurang, tak banyak orang yang hilir mudik di trotoar, hanya kendaraan bermotor yang tetap meramaikan jalanan kota ditambah dengan warna-warni jas hujan para pengendara motor. Namun para pedagang di alun-alun kota tetap setia menunggu para pembelinya,...

Kesadaranku

Oleh : Ibnu Yana Syarifudin* Masih berpikir disini Dalam sebuah keheningan Masih tak paham dengan selaksa kehidupan yang tak jarang berujung kenistaan Mungkin aku yang malas mencari arti kebisuan malam Atau aku yang bosan dengan sebuah peran Dan akhirnya kesadaranku inilah yang menghanyutkan dan menenggelamkanku pada kebohongan, semua yang kuucapkan menjadi bukan diriku. Dan...

MOST POPULAR

ADVERTORIAL

HOT NEWS