TOPENG

Oleh: Maulida Larasati Langkah pertama menjajaki kampus baru, telah banyak lalu lalang orang yang menawan di depan mataku. Cantik dan tampan, kelihatan baik, berwibawa, bijaksana. Tentu saja keren dan gaul, tidak akan hal yang cacat dalam setiap hiasan wajah setiap elemen yang kulihat hari ini, semua sempurna. Hari ini memang pertama kali aku menjajaki kampus baru. Tapi, aku akan menjadi...
Oleh: Afrianti Eka Pratiwi* Aku selembar kertas dengan nilai. Aku mampu membuat orang menjadi gila. Aku dikejar banyak orang, dijadikan sebuah alat penentu kehidupan masa kini. Pengap. Gelap. Aku bersama teman-temanku terjebak di sebuah tempat yang sempit ini. Beberapa detik kemudian cahaya lampu neon entah berapa watt menerangi seluruh tubuhku. Di depanku kini berdiri seorang laki-laki bertubuh tambun, berpakaian rapi, berdasi, lengkap...
Oleh: Khaerunisa* Hujan deras mengguyur Kota Purwokerto dari pagi tadi, keramaian kota berkurang, tak banyak orang yang hilir mudik di trotoar, hanya kendaraan bermotor yang tetap meramaikan jalanan kota ditambah dengan warna-warni jas hujan para pengendara motor. Namun para pedagang di alun-alun kota tetap setia menunggu para pembelinya, diantara para pedagang itu ada Pak Karjo penjual es dawet yang sudah 30 tahun berjualan di Alun-alun Kota Purwokerto. Hanya ada...
Oleh : Uray Shita Damayanti* Waktu terus berputar sesuai pesanan, akan datang dan akhirnya datang juga. Waktu terus berdetik, terus akan memutar menit, dan menerbitkan jam. Waktu terus berlalu, waktu terus berjalan mengikuti hari, bulan, dan tahun. Waktu memang tidak bisa berkata sebaris kata penyejuk yang indah seperti seorang pujangga, tapi waktu di anologikan sebagai sebuah jawaban yang pasti. Waktu tak...
Oleh : Riska Yulyana Kegelapan masih menyelimuti kota. Angin malam masih dingin terasa. Dengan mata yang sayu aku berjalan menyeberang menuju kampus. Hari itu aku mengenakan kemeja warna putih dengan rok berwarna hitam senada dengan jilbab. Berjalan sendirian penuh semangat mengikuti ospek. Dari kejauhan terlihat beberapa orang berpakaian hitam-hitam, berjaga di pintu gerbang. Raut wajahnya terlihat menyeramkan. Mereka sebagian panitia ospek...
Oleh Mugianto Istana dilanda keributan. Sepatu kaca sebelah kanan Cinderella hilang. Putri menawan itu menangis di dalam WC. Jadi, selain sepatu hilang, penghuni istana terkejut kenapa Cinderella ada di WC. Bukan seharusnya di kamar. Mungkinkah di tengah kepanikan itu Cinderella terserang mencret, tidak ada yang tahu. Aku adalah sepatu kaca sebelah kiri. Kini aku sendirian di kaki kiri Cinderella. Ingin rasanya...
Oleh: Nadia Halim ( Teater Si Anak) Untuk kesekian kalinya merasa tidak berdaya dihadapan secercah cahaya. Cahaya yang sebetulnya tidak pernah mencoba menunjukkan wujudnya. Cahaya yang terlalu ringan dan terlalu biasa untuk standar kami: orang-orang yang pontang-panting ditengah: terjerat moralitas. Entah bagaimana caranya agar kami menyukai kondisi ini. Kondisi dimana kami tidak perlu menyadari kecongkakan yang sempat tersemat di diri kami dan kondisi dimana kami mengingkari perasaan...

MOST POPULAR

ADVERTORIAL

HOT NEWS