Kuota Kelas Tak Jelas, Entri KRS Kacau

0
4

        Purwokerto – Cahunsoed.com, Selasa (25/2), Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP Unsoed khawatir tak dapat jatah kelas untuk semester ini.  Hal ini dikarenakan kuota mata kuliah yang tersedia di e-SIA tak sesuai dengan jumlah kuota mahasiswa di dalam kelas. Padahal mata kuliah tersebut wajib di ambil oleh seluruh mahasiswa kelas.
     
         “Kouta kelas yang tersedia di e-SIA rata-rata hanya 60-80. Padahal mahasiswa aktif Ilmu Komunikasi Unsoed angkatan 2012 berjumlah 85 orang dan belum lagi yang mengulang,” ujar Gamma Anggraeni Indriastuti, mahasiswa Ilmu Komunikasi 2012.

          Gamma menjelaskan lebih lanjut, jika hal tersebut tidak terjadi pada satu mata kuliah saja. Melainkan hampir seluruh mata kuliah yang wajib diampu oleh angkatannya. Contohnya mata kuliah Teknologi Komunikasi, Komunikasi Organisasi, dan Komunikasi Kelompok. Akibatnya beberapa mahasiswa harus berebut dan ada yang tidak bisa memilih mata kuliah tersebut.

           “Sebelumnya gak ada informasi kaya gini, kenapa harus rebutan kaya gini? mau kuliah jadi ribet,” tambah Gamma mengeluh.

            Sementara itu Pembantu Dekan I FISIP, Masrukin, mengungkapkan telah terjadi kesalahan dari operator e-SIA. Kesalahan itu terjadi lantaran operator salah menentukan batas kuota kelas yang telah ditetapkan.

            Pada keputusan Rapat Koordinasi Ploting Mata Kuliah Fakultas ditetapkan mata kuliah yang menampung mahasiswa 0-59 menjadi satu kelas, 60-80 dapat dipecah menjadi 2 kelas, 80-99 harus dipecah menjadi 2 kelas, lebih dari 100 dapat dipecah menjadi 3 kelas.

            Masrukin juga menyayangkan ketua jurusan maupun sekertaris jurusan ilmu komunikasi. Sebab pada Rapat Ploting Mata Kuliah Fakultas kemarin, pihak jurusan tidak datang. Sehingga tejadi ketidakjelasan yang berefek pada ketidaktahuan operator terkait penentuan kuota mahasiswa yang mengambil mata kuliah.

           “Tadi (red: Selasa siang) sudah ada briefing terkait permasalahan ini, kami sudah menambah koutanya menjadi 80 dan bagi mata kuliah yang kuotanya lebih dari 80 mungkin nanti akan dipecah menjadi 2 kelas, tunggu saja,” tambahnya.

           Mohammad Muhlas Rifangi, Ilmu Komunikasi 2012 berharap agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali karena sangat merugikan mahasiswa. “Ini kan hak kita buat kuliah, kita udah bayar UKT bukannya dipermudah kok malah dipersulit, waktunya juga mepet banget,” keluhnya.
(alx/CnD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here