Sistem Presensi Online FISIP Unsoed Menuai Masalah

0
5
Sumber: Cahunsoed.com
Purwokerto – Cahunsoed.com, Selasa (30/6), sistem presensi online FISIP Unsoed bermasalah. Hal tersebut dinilai dari banyaknya mahasiswa FISIP terkena cekal tidak bisa mengikuti ujian akhir semester genap. Hal tersebut di anggap Masrukin, Wakil Dekan 1 FISIP Unsoed, akibat sistem yang masih baru, “Kan masih uji coba, jadi butuh evaluasi” katanya ketika ditemui Tim Cahunsoed.com di ruangannya selasa (30/6).

Menurut Masrukin, cekal merupakan salah satu bentuk implementasi dari sistem yang secara otomatis menghitung jumlah kehadiran mahasiswa sebanyak 75% dan sistem secara otomatis mengaturdari 14 kali pertemuan, yaitu minimal 11 pertemuan, “Kan maksimal pertemuan 14 kali, nah 75%nya yaitu 11 kali, jadi kalau kurang dari 11 ya tidak bisa ikut ujian” katanya.

Karena masih dalam masa percobaan,sistem tersebut dinilai masih banyak kekurangan. Akibatnya, banyak mahasiswa yang dirugikan akibat sistem baru yang belum siap tersebut. Salah satu mahasiswa mengeluhkarena ia terkena cekal. Padahal, ia tidak masuk kuliah hanya 4 kali, namun di Sistem Informasi Akademik (SIA)malah 5 kali, “Saya kan tidak masuk kuliah 4 kali, tapi ditulisnya malah 5 kali,jadi ya saya tidak bisa ikut ujian,” kata Darmawan Hakim Putra Jurusan Ilmu Politik FISIP Unsoed angkatan 2014.

Terkait hal tersebut, salah satu staff Bapendik yang tidak mau disebutkan namanya, mengaku terkadang kewalahan jika ada dosen yang lalai dalam mengumpulkan presensi. Padahal sudah jelas jika mata kuliah berakhir langsung disetorkanke Bapendik. ”Harusnya kan selesai mengajarlangsung setor absen, tapi kadang telat jadiya kesusahan juga ngerekapnya, hanya 3 orang,ngurusin 6 jurusan ya kewalahan,katanya ketika ditemui di ruang Bapendik.

Ngalimun, salah satu dosen Ilmu Administrasi Negara, mengaku jika baru mengetahui terkait sistem presensi online, “Saya baru tau kalau pake sistem online, saya kira sistem absen online hanya berlaku untuk dosen,” katanya.

Ngalimun mengharapkan adanya persiapan yang lebihjika ingin menerapkan sistem ini, terutamaterkait sosialisasi yang dianggap masih sangat kurang, Bagus sih menerapkan tekhnologi, tapi dilihat juga kesiapan institusinya,ujarnya. (PNY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here