Tiga Tahun Pimpin Banyumas, Masyarakat Tidak Puas

0
4

Purwokerto – Cahunsoed.com, Minggu (24/4), Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Lingkar Kajian Banyumas (LKB), masyarakat tidak puas terhadap tiga tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Banyumas, Husein-Budhi. Menurut Koordinator LKB, Novita Sari, ketidakpuasan ini diperoleh dari banyaknya permasalahan yang belum terealisasikan oleh pemerintah. “Permasalahan yang paling mencolok terdapat di bidang-bidang krusial seperti lowongan pekerjaan, infrastruktur, dan masalah pertanian,” kata Novita dalam ‘Diskusi Publik dan Rilis Survei Kepuasan Publik Terhadap 3 Tahun Kepemimpinan Husein-Budhi’ oleh LKB di Aula FISIP Unsoed, Jumat (22/4).

Survei ini dilakukan selama 28 Maret – 3 April 2016 di 27 Kecamatan se-Kabupaten Banyumas, dengan menggunakan metode penelitian multistage random sampling, dan sampel 400 responden berusia 31-40 tahun yang berlatar belakang pendidikan minimal SMA. Penelitian ini memiliki toleransi kesalahan margin of error sebesar 5 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Dalam Survei Kepuasan Publik terhadap Kinerja Husein-Budhi tersebut diperoleh hasil, dari 400 responden, sebanyak 52,25 persen menyatakan kurang puas, 43,75 persen menyatakan cukup puas, 0,75 persen mengaku puas, 1,75 persen menyatakan sangat tidak puas, 1,25 persen mengatakan tidak tahu, dan hanya 0,25 yang menyatakan sangat puas.

“Hasil survei ini dapat dipertanggungjawabkan, kami dari pihak fakultas mengawal survei ini dari awal sampai akhir, jadi ini bukan survei asalan,” kata Ali Rokhman, Dekan FISIP Unsoed dalam sambutannya.

Permasalahan yang paling disorot yakni soal pekerjaan, karena lowongan pekerjaan di daerah Banyumas dinilai masih sedikit, itu terbukti dari seluruh responden yang ada sebanyak 47,75 persen menyatakan kurang mudah mendapatkan pekerjaan, dan sebanyak 23,5 persen responden menyatakan sangat tidak mudah mencari pekerjaan.

Akibatnya banyak masyarakat Banyumas yang mencari pekerjaan di luar Banyumas. “Ternyata masih banyak masyarakat Banyumas yang tidak memiliki perkerjaan,” kata Ketua Tim Survei LKB, Laelatul Nurjanah, dalam pemaparan hasil survei yang dihadiri berbagai elemen masyarakat di Banyumas, seperti Pemda Banyumas, akademisi, mahasiswa, dan organisasi massa lainnya.

Menanggapi hal tersebut, Budhi Setiawan selaku Wakil Bupati berpendapat, sebenarnya sudah banyak lapangan pekerjaan yang disediakan di dalam Kabupaten Banyumas. “Sosialisasinya saja barangkali yang masih kurang,” katanya. Lalu mengenai insfrastruktur seperti jalan yang rusak, Budhi Setiawan berkilah bahwa jalan yang rusak itu bukanlah kewajiban pemerintahan kabupaten untuk memperbaikinya melainkan sudah menjadi kewajiban pemerintah tingkat provinsi. “Itu bukan tanggung jawabnya kali, kan kalo jalan provinsi ya tanggung jawab pemerintah tingkat provinsi,” katanya dalam Diskusi tersebut.

Tanggapan datang dari akademisi yakni Dosen Ilmu Politik Unsoed, Andi Ali. Menurutnya mengenai lapangan kerja di Banyumas, masih kurang memuaskan karena pemerintah kurang mengembangkan tentang potensi perekonomian kreatif itu di Banyumas itu sendiri, ini lah yang menyebabkan para pencari kerja mencari lowongan di luar kota Banyumas.

Pendapat lain diungkapkan oleh Darmawan Hakim, perwakilan mahasiswa, menurutnya komunikasi serta sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah Banyumas masih kurang memuaskan, padahal sosialisasi kebijakan menjadi salah satu tugas penting pemerintah dalam setiap mengambilan kebijakan. “Dari sini kita bisa tahu, sejauh mana kinerja pemerintah di Banyumas, dan kita sebagai mahasiswa bisa melakukan penilaian untuk menyikapi permasalahan ini,” kata Ketua Himapol FISIP Unsoed ini.
(MG-GALANG KRIS NANDA/MG-FADILLAH ELDO)

Ed: Triana Widyawati, Alexander Agus Santosa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here