Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renovasi GOR Soesoe Dinilai Kurang Maksimal, Lintasan Lari Jadi Sorotan

Cahunsoedcom/Kayla Syafira

Purwokerto, Cahunsoedcom - Renovasi GOR Soesilo Soedarman (Soesoe) menjadi sorotan dan memicu berbagai pertanyaan karena hasilnya dinilai kurang maksimal. GOR Soesoe merupakan fasilitas olahraga milik Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) yang dapat digunakan oleh mahasiswa dan masyarakat umum. Sejak September 2024 hingga Januari 2025, GOR Soesoe ditutup sementara untuk renovasi. Namun, hasil renovasi ini dinilai kurang memuaskan, terutama pada lintasan lari yang disebut-sebut sudah mengalami kerusakan kembali.

Nuno, salah satu pengunjung umum GOR Soesoe, mengungkapkan bahwa masih terdapat tambalan pada lintasan serta sisa lintasan lama yang belum sepenuhnya diperbaiki.

"Jadi setelah renovasi, aku sempat langsung mencoba lintasan, tapi selang beberapa hari setelah renovasi ternyata lintasannya mengelupas. Terus, menurut saya masih banyak tambalan-tambalan dan juga di sekitar masih ada bekas-bekas track sebelumnya," ujar Nuno, Selasa (11/03).

Keluhan serupa juga disampaikan oleh Ikhwan, salah satu pengunjung GOR Soesoe. Ia menyebut bahwa hasil renovasi masih perlu dimaksimalkan karena ada bagian yang tidak rata.

"Jadi hasil renovasi yang saya lihat perlu dimaksimalkan lagi, soalnya yang dekat dengan gawang masih kurang sama rata dengan bagian lainnya," tegas Ikhwan, Selasa (11/03).

Sementara itu, Wanda, mahasiswa Fakultas Biologi Unsoed, menyoroti perbedaan warna lintasan yang dinilai kurang seragam serta garis nomor lintasan yang tampak pudar.

"Menurut saya, belum maksimal karena warna karpet tidak seragam dan garis lintasan kurang tegas. Bagi yang memiliki gangguan penglihatan, mungkin sulit membedakan nomor lintasan," ujarnya, Selasa (11/03).

Indra Jati, selaku Koordinator Unit Usaha Sport Center, menjelaskan bahwa renovasi dilakukan karena lintasan lari mengalami kerusakan akibat penggunaan intensif sejak pertama kali dibangun.

"Berkaitan dengan alasan kenapa GOR Soesoe direnovasi, terutama di track lari, ini tentunya sudah rusak karena pemakaian sejak dibangun pertama kali tahun 1999. Sampai 2024 kemarin belum pernah ada perbaikan, jadi lebih dari 23 tahun, dan baru ada kesempatan ada pendanaan akhirnya bisa dilaksanakan tahun 2024," ujar Indra Jati, Jumat (14/03).

Namun, ia menegaskan bahwa standar nasional dan internasional untuk GOR memerlukan biaya lebih besar. Keluhan terkait renovasi akan diteruskan ke vendor, karena hingga Juni 2025 GOR Soesoe masih dalam masa perawatan.

“Terkait material, standarnya saya kurang hafal. Dengan dana yang ada, belum mencapai standar nasional atau internasional, tapi sudah layak untuk tingkat kabupaten. Jika ada komplain seperti pengelupasan, masih tanggung jawab vendor hingga enam bulan ke depan,” jelasnya.

Berdasarkan keterangan dari pihak BPU, renovasi GOR Soesoe menggunakan vendor CV Reksa Utama sebagai kontraktor pelaksana. Sugeng, staf CV Reksa Utama, menjelaskan bahwa anggaran renovasi lintasan lari mencapai Rp1.046.443.000 untuk delapan lintasan.

"Jadi, kemarin untuk lintasan lari, CV Reksa Utama ada pada penawaran kontraknya Rp1.046.443.000, namun itu hanya pelaksanaan untuk delapan lintasan," ujarnya, Senin (17/03).

Sugeng juga menyebut bahwa renovasi lintasan GOR Soesoe dikerjakan selama 90 hari, diikuti masa pemeliharaan 180 hari hingga Juni 2025. Selama periode ini, CV Reksa Utama bertanggung jawab atas perbaikan, termasuk jika ada keluhan terkait pengelupasan lintasan atau masalah lain, dan akan menanganinya sebelum masa pemeliharaan berakhir.


Reporter: Mahardika Aurora, Salsabila, Fanesa Dwi, Pramudhita Lintang, Dini Cahya

Penulis: Dinda Pita Palupi

Editor: Anyalla Felisa

 

Posting Komentar untuk "Renovasi GOR Soesoe Dinilai Kurang Maksimal, Lintasan Lari Jadi Sorotan"